Air terjun Tegenungan, pesonanya mengalir deras dari lembah Tegenungan

Tak kenal musim, derasnya air terjun Tegenungan yang mempunyai ketinggian +/- 15 meter ini dapat mempesona siapapun yang menikmatinya.

Pesona Air Terjun Tegenungan dari jauh - Backpacker Manyar
Air Terjun Tegenungan

Terletak dibanjar Tegenungan, desa Kemenuh, Sukawati, Bali yang berbatasan dengan Banjar Blangsinga, desa Saba, Blahbatuh. Dimana air sungai yang mengalir dari air terjun adalah perbatasan dari kedua desa tersebut.

Letak Air Terjun Tegenungan, Bali

Air terjun ini bisa dilalui melalui 2 jalur yaitu melalui banjar Tegenungan (sisi barat) atau melalui banjar Blangsinga (sisi Timur) Gianyar Bali. Namun kebanyakan para pengunjung dan wisatawan lebih banyak melalui banjar Tegenungan. karena aksesnya yang lebih dekat dari Ubud dan Denpasar.

Berjarak sekitar +/- 10 km dari Ubud dengan waktu tempuh sekitar 30 menit sudah sampai ke air terjun Tegenungan. Apabila berangkat dari Denpasar akan menempuh jarak +/- 19 km dengan waktu tempuh +/- 45 menit. Sangat disarankan untuk tidak melalui jalan Ir Sutami, dikarenakan saat ini ada jalan yang longsor kepinggir jurang. Sehingga setengah badan jalan hanya dapat dilalui sepeda motor, itupun harus berhati2 sekali. Sehingga ada baiknya untuk mengambil jalan memutar melalui jalan Kemenuh sisi utara setelah melewati jalan Sukawati dan jalan Raya Sakah.

Pintu Masuk & Harga Tiket masuk Air Terjun Tegenungan, Bali via Banjar Tegenungan atau Banjar Blangsinga

Setelah 45 menit perjalanan dari kota Denpasar, sampailah di pintu masuk menuju air terjun dari sisi Barat di banjar Tegenungan. Area parkir yang cukup luas untuk bis pariwisata, mobil pribadi dan sepeda motor. Untuk masuk kedalam area air terjun yang dikelola oleh Banjar Tegenungan ini cukup dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp.20.000 baik untuk pengunjung .

Setelah membeli tiket masuk, tak jauh dari loket penjualan tiket terdapat pos pengecekan tiket dan pengunjung diberi tanda stempel ditangannya. Awalnya sempat bertanya, kenapa harus menggunakan tanda stempel tinta, ternyata dikarenakan area menuju keatas air terjun dibawah pengelolaan banjar Blangsinga. Akan dikenakan tanda masuk tambahan sebesar Rp.15.000 bagi pengunjung atau wisatawan yang melalui pintu masuk dari Banjar tegenungan. Hal tersebut juga diterapkan bagi pengunjung yang melalui pintu masuk Blangsinga menuju kawasan Banjar Tegenungan.

Melalui pintu masuk Banjar Tegenungan Menuju Air terjun Tegenungan

Setelah masuk pintu masuk terlihat berderet toko cinderamata maupun warung kecil yang menjajakan makanan dan minuman ringan, hingga café dan restoran menyediakan kebutuhan makan dan minum, serta tempat istirahat bagi pengunjung dan wisatawan yang hendak menuju ke air terjun,  maupun yang hendak beranjak pulang.

Setelah melewati deretan toko cinderamata dan resto, terdapat tangga yang menurun menuju air terjun Tegenungan. Sekitar 165 anak tangga menuju are kolam renang kecil dan masih ada tambahan 100 anak tangga lagi menuju ke air terjun Tegenungan. Apabila menuruni anak tangga tidak terlalu menguras tenaga, namun pada saat kembali keatas akan cukup menguras tenaga terutama bagi wisatawan yang sudah berusia lanjut.


Menuruni tangga menuju Air Terjun Tegenungan
Tangga menuju Air Terjun

Selama melalui tangga menurun terdapat beberapa spot untuk menikmati air terjun dari kejauhan atau sekedar mengambil foto bagi wisatawan. Beberapa spot berupa area kecil untuk berfoto bersama dan spot berbentuk anyaman bambu berupa hati atau sangkar burung yang dapat diduduki oleh wisatawan untuk mengambil gambar atau foto dengan berlatar belakang air terjun.

Tak berapa lama setelah berjalan menuruni tangga yang menyusuri pinggiran sungai, sampailah ke area air terjun Tegenungan, tak jauh dari air terjun terlihat wisatawan asing sedang asik menikmati berenang disungai bersama anak-anak warga desa.

Melalui pintu masuk Banjar Blangsinga menuju air terjun Tegenungan

Tidak berbeda jauh dengan area masuk Banjar Tegenungan, pada area masuk Banjar Blangsinga juga terdapat deretan café dan Resto, namun melalui pintu masik Blangsinga akan memberikan sensasi keindahan yang berbeda menuju air terjun Tegenungan dari sisi timur. Tangga turun yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu menguras tenaga untuk menaikinya kembali, dibandingkan dari pintu masuk Banjar Tegenungan. Dari sisi timur pintu masuk Blangsinga ini terlihat jelas panjangnya perjalanan melalui tangga yang menurun dari pintu masuk banjar Tegenungan.


Liku tangga menuju Air Terjun Tegenungan - Backpacker Manyar
Liku tangga menurun menuju air terjun

Sebelum menuju ke air terjun Tegenungan, wisatawan dapat menikmati dari dekat ujung dari air terjun Tegenungan. Dimana ujung tersebut mengalir derasnya air terjun dimulai, namun wisatawan tetap dihimbau untuk berhati – hati berdiri diatas tebing dan tidak diperkenankan melalui batas tali pada pinggir tebing sebagai pembatas.


Derasnya Air Terjun Tegenungan dari atas - Backpacker Manyar
Air Terjun Tegenungan


menikmati Air Terjun Tegenungan dari samping atas - Backpacker Manyar
Air Terjun Tegenungan

Tak berapa lama setelah menurunin tangga yang masih alami dengan vegetasi yang agak lebat, akhirnya sampai dibawah air terjun Tegenungan. Sangat disayangkan tangga menurun melalui pintu masuk Blangsinga tidak sebaik dan terawat seperti tangga menurun dari Tegenungan. Namun keindahan dari sisi berbeda memberikan sensasi tersendiri menikmati keindahan di area air terjun Tegenungan.

Keindahan Air Terjun Tegenungan, Bali

Dari dekat keindahan air terjun ini terlihat begitu mempesona, dengan kolam berendam disekitar derasnya air terjun sehingga setiap wisatawan dapat bermain air dibawah air terjun dengan tidak melewati batas tali agar tidak terguyur derasnya air terjun. Air terjun Tegenungan yang debit airnya tidak mengenal musim ini, lebih indah dan airnya lebih jernih dinikmati pada saat musim kemarau. Pada musim hujan, air terlihat coklat kotor karena endapan tanah yang terbawa aliran hulu sungai yang deras dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi didaerah ubud pada musim penghujan. Sangat disarankan apabila mengujungi air terjun Tegenungan pada bulan-bulan musim kemarau atau dimana curah hujan masih tidak terlalu tinggi.

Air terjun yang sungainya berhulu di Ubud dan bermuara di pantai Saba ini, mempunyai ketinggian sekitar 15 meter. Di sekitar air terjun juga disediakan beberapa fasilitas untuk ruang ganti bagi pengunjung yang akan bermain air.

Derasnya Air Terjun Tegenungan dari dekat - Backpacker Manyar
Derasnya air terjun


Kalau masih belum capek, masih ada air terjun yang indah di wilayah Gianyar - Bali seperti Air Terjun Kanto Lampo dan Air Terjun Goa Rangreng. Tidak jauh dari Gianyar yaitu daerah Bangli, Bali juga terdapat air terjun yang eksotik seperti Air Terjun Tibumana dan Air Terjun Tukad Cepung


Air Terjun Tegenungan mengalir deras dan menyejukan - Backpacker Manyar
Menikmati air terjun Tegenungan

Air terjun Tegenungan yang buka dari jam 06.30 hingga 18.30 ini cukup terjaga dan terawat kebersihannya, untuk itu para wisatawan dan pengunjung dihimbau agar ikut menjaga kebersihan dan kelestarian area terjun Tegenungan ini, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kelestarian vegetasi sekitarnya. Keindahan alam apapun bentuknya akan tetap bisa dinikmati dengan cara tetap merawat dan melestarikannya.

Tag: Travelling

Tidak ada komentar:

Posting Komentar