Tuesday, October 1, 2019

Pantai Munggu dan Pantai Seseh Bali, pantai berdampingan dengan pesona Sunset dan makam Wali Pitu

Langit memerah terpapar cahaya matahari yang tenggelam diufuk barat, seiring dengan waktu berjalan menjelang senja. Semakin terasa ketenangan diantara Pantai Munggu dan Pantai Seseh yang sakral berpasir hitam pekat bermandikan ombak dan kerasnya hembusan angin.

Menikmati ketenangan Pantai Munggu - Backpacker Manyar
Sunset di Pantai Munggu

Pantai Munggu diambil dari nama dusun Munggu yang menaunginya, sedangkan nama Pantai Seseh yang disematkan tersebut sama dengan nama putra raja Mengwi I yang beristrikan seorang putri dari Blambangan, Sang putra terkenal dengan nama Keramat Pantai Seseh.

Perjalanan menuju ke Pantai Munggu dan Pantai Seseh

Menempuh jarak +/- 18 km dengan waktu sekitar 50 menit dari kota Denpasar, dan tidak berbeda jauh apabila berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan jarak +/- 22 km dan waktu tempuh sekitar 1 jam 5 Menit. Sepanjang 3 km mulai memasuki Jalan raya Seseh hingga Jalan Raya Munggu disuguhkan pesona dari pemandangan sawah yang hijau, dan menyejukan.

Pada persimpangan 3 terdapat jalan lurus kearah Selatan menuju ke pantai Munggu, apabila belok ke kanan arah ke barat sekitar +/- 400 meter memasuki pantai Seseh. Kedua pantai ini masih dalam satu garis pantai, bersaudara bersebelahan, namun masing-masing pantai dipisahkan fungsinya.

Sekilas histori pantai Seseh yang disakralkan umat Hindu dan Makam Wali Pitu

Pada awalnya banyak orang mengenal Pantai Munggu ini sebagai pantai Seseh. Namun beberapa tahun ini, pantai yang dikelola secara swadaya oleh masayarakat dusun Munggu dinamai sebagai pantai Munggu. Penamaan tersebut untuk memisahkan Pantai Seseh sebagai pantai yang disakralkan oleh umat Hindu. Pantai Seseh digunakan untuk upacara Mukur, Nganyut, Melarung Bumi dan Melasti. Terutama pada hari Raya Ngembak Geni, Siwaratri, Galungan dan Kuningan, banyak yang melakukan persembahyangan dipantai Seseh ini.

Di pinggir pantai Seseh ini terdapat Pura Ratu Mas Sakti atau Keramat Pantai Seseh, dan didalam Pura tersebut terdapat makam salah satu Wali Pitu. Seorang wali yang menyebarkan agama Islam di Pulau Dewata. Keharmonisan antara Hindu dan Islam, terlihat nama nama Pura yang dinamakan sama dengan nama Wali Pitu. Makamnya yang terletak dalam area Pura Ratu Mas Sakti. Makam Wali Pitu ini dirawat dan dijaga oleh salah seorang pemangku umat Hindu secara turun temurun.

Salah satu Wali Pitu ini adalah Putra dari Raja Mengwi I dari seorang Putri Blambangan yang beragama Islam. Terlahir bernama Raden Amangkuningrat dan bergelar Pangeran Mas Sepuh, yang lebih terkenal dengan nama Keramat Pantai Seseh. Pangeran yang terkenal karena kesaktiannya tersebut dimakamkan di Pantai Seseh. Hingga saat ini makam Pangeran Mas Sepuh atau Keramat Pantai seseh ramai dikunjungi terutama umat Islam untuk berziarah. 

Pantai Munggu, Dusun Munggu, Mengwi, Badung, Bali


Tanda batu Pantai Munggu
Tanda Pantai

Diujung jalan pantai Seseh arah selatan 200 meter dari simpang tiga, sudah terlihat pantai Munggu. Pantai yang dikelola oleh dusun setempat dengan harga masuk sekedar membayar tempat untuk memarkir kendaraan bermotor Rp. 1.000 untuk sepeda motor dan Rp.2.000. untuk kendaraan mobil. Area parkir yang cukup luas untuk menampung sepeda motor dan mobil pengunjung. 

Pantai Munggu mempunyai area parkir
Area Parkir

Tidak jauh dari area parkir sudah berhadapan dengan pantai Munggu yang berpasir hitam. Pantai yang dibuka 24 jam untuk umum ini tidak terlalu banyak pengunjung. 

Pantai Munggu ini dikenal bagi para pengunjung yang ingin menikmati pesona matahari tenggelam dengan suasana pantai yang tidak terlalu ramai. Terdapat area tempat bermain volley pantai dan tempat untuk sekedar duduk menikmati indahnya Pantai.

di pinggir Pantai Munggu terdapat cafe & pedagang
Cafe & Penjual Kaki Lima


Pantai Munggu merupakan pantai yang tenang - Backpacker Manyar
Pantai yang tenang dan bersih

Dengan angin yang berhembus kencang dan ombak yang cukup besar menggulung pantai. Tidak hanya wisatawan yang menikmati suasana pantai, juga terdapat warga yang sekedar bermain layang-layang, bermain air ombak maupun sekedar memancing.

Bermain layang-layang di Pantai Munggu - Backpacker Manyar
Bermain layang - layang

Memancing di pinggir Pantai Munggu - Backpacker Manyar
Memancing dipinggir pantai

Pengunjung akan selalu dimanjakan dengan keindahan gulungan ombak di pantai yang tenang. Sebagai pelipur lara atau sekedar melepas lelah dari kepenatan atas segala rutinitas sehari-hari.

Gelora omabak menghempas Pantai Munggu - Backpacker Manyar
Gelora Ombak


Pesona Sunset Di Pantai Munggu

Pada saat hari menjelang petang adalah saat – saat yang ditunggu untuk menikmati keindahan Mentari yang beranjak pergi. Meskipun Pantai Munggu menghadap kearah Barat Daya, namun matahari tenggelam disisi barat, jauh terlihat eksotis. Terutama pada saat cahaya keemasan matahari mau tenggelam dan cahaya biru pada saat matahari sedang tenggelam diufuk barat.

Menikmati Pantai Munggu berteman sunset - Backpacker Manyar
Sunset di Pantai

Selain Pantai Munggu, masih ada sederetan pantai sisi barat bali yang tenang dan indah untuk menikmati Sunset. Terutama daerah Badung, Bali seperti Pantai Tegal Wangi, masih ada Pantai Kayu Putih dan Pantai Batu Belig.


Kala senja di Pantai Munggu yang indah dan tenang - Backpacker Manyar
Senja di Pantai

Terlihat harmonisasi antara gulungan ombak, pantai dan mentari menjadi kesatuan yang menampilkan pesona keindahan yang menyejukan, seperti harmonisasi antara umat Hindu dan Umat Islam yang terlambang dalam Pura Ratu Mas Sakti terdapat makam Wali Pitu.

Seperti Pantai Munggu dan Pantai Seseh, agar kita selalu sadar dan ingat bahwa keindahan tetaplah harus dijaga keseimbangan dan harmonisasinya, terutama kebersihan diri dan kebersihan lingkungan.

No comments:

Post a Comment