Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali, keindahan dibalik beragam manfaatnya

Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali, menyajikan keindahan dari hasil kelestarian. Yang merupakan salah satu dari banyak manfaat Hutan Mangrove. Bagi siapapun dan apapun yang menggantungkan hidupnya dari kelestariannya, terutama bagi habitat biota laut dan burung – burung, secara langsung dan tidak langsung bermanfaat besar bagi kehidupan kita.


Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali - Backpacker Manyar
Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai

Taman Hutan Raya Ngurah Rai yang terletak dipesisir selatan Pemogan Denpasar yang mempunyai luas +/- 1.350 Hektar, menjadi salah satu bagian dari habitat Hutan Mangrove seluruh Bali yang mempunyai luas +/- 3.000 - 5.000 Hektar. Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai merupakan hasil sebuah revitalisasi dari lahan yang digunakan sebagai tambak garam menjadi hutan Mangrove.

Sekilas tentang salah satu manfaat Hutan Mangrove

Hutan Mangrove mempunyai peran besar dalam mendukung kehidupan biota laut dan sungai yang terdapat dalam kawasan hutan, membawa banyak supply makanan yang diperoleh dari dedaunan yang terurai dan dibawa ke laut oleh pasang surut air laut. Ketika air laut pasang, air mengalir ke arah daratan dan menggenangi hutan dengan membawa muatan lumpur, ikan, telur dan larva dari biota laut. Pada waktu air laut surut, air laut terbendung dan menjadi lahan kehidupan bagi telur, larva dan ikan-ikan kecil yang menjadi pembiakan dibawah naungan hutan mangrove. Salah satu makanan laut yang dihidangkan dipesisir dan kota2 banyak juga berasal dari siklus kehidupan yang diberikan oleh Hutan. Apabila kita makan hidangan laut, ada baiknya kita juga ingat akan kelestarian hutan mangrove dan kelestarian kehidupan yang dinaunginya.

Sore hari di Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali - Backpacker Manyar
Suasana sore hari

Awal Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali

Berawal dari kerjasama dari pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kehutanan dengan pemerintahan Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) pada tahun 2001, untuk merevitalisasi ladang garam menjadi hutan Mangrove, yang dimulai diarea Taman Raya Ngurah Rai seluas 100 hektar. Dengan perkembangannya lahan yang direvitalisasi menjadi seluas hampir 1.350 Hektar, tidak hanya direvitalisasi menjadi hutan mangrove sebagai pelestarian kehidupan biota laut, namun juga dibangun sarana penunjang sebagai tempat wisata. Pembangunan sarana penunjang diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi khalayak umum untuk datang selain berwisata namun juga mengedukasi betapa pentingnya kelestarian kehidupan hutan bagi kepentingan semua.

Dalam hutan mangrove Taman Raya Ngurah Rai Bali dibangun fasilitas untuk menjejaki dan menelusuri berupa:
- Wooden Walkway / Jalan Kayu (rentang panjang 1,9 Km)
- Watching Tower / Menara Pengamatan
- Resting Huts / Tempat Istirahat
- Bird Watching Hide / Tempat Sembunyi untuk mengamati burung
- Floating Deck / Dek Terapung
- Jetties / Dermaga kecil

Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali dengan watching tower - Backpacker Manyar
Watching Tower

Beristirahat di resting Hunt Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali - Backpacker Manyar
Resting Hut

Namun berjalannya waktu, beberapa fasilitas yang berbahan kayu tersebut mengalami lapuk dan beberapa kerusakan, ada baiknya dilakukan perbaikan dan perawatan berkala. Namun banyak fasilitas yang masih berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik.

Menuju Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Pemogan Denpasar Bali

Perjalanan menuju hutan bakau hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15-20 menit dari pusat kota Denpasar. Terletak disebelah selatan Jalan By Pass Ngurah Rai, belok kekiri menyusuri jalan beraspal dengan kiri kanan jalan sudah ditumbuhi vegetasi pohon bakau menuju pintu masuk ke Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai.

Selama menyusuri jalan beraspal dengan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, dihimbau untuk berhati-hati dengan beberapa satwa yang menyeberangi melewati jalan agar tidak terlindas atau tertabrak, dan kebanyakan adalah satwa Biawak.

Hanya berjarak +/- 600 meter dari Jalan By Pass Ngurah Rai, sudah sampai di area parkiran mobil yang bersebelahan dengan loket tiket masuk dan pintu masuk, sedangkan sisi sebelah kiri terdapat area parkir motor yang bersebelahan dengan warung yang menjual makanan dan minuman ringan bagi pengunjung. Tersedia juga fasilitas toilet yang berada dekat pintu masuk dan area parkir mobil.

Dengan hanya membeli tiket seharga Rp.10.000, maka para pengunjung sudah bisa menikmati keindahan kawasan hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai. Bersebelahan dengan pintu masuk terdapat papan Peta yang dapat digunakan sebagai panduan dalam menelusuri hutan.

Peta lokasi Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali - Backpacker Manyar
Peta lokasi

Menjaga kelestarian & kebersihan Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali

Berjalan menelusuri jalan kayu / wooden Walkway sejauh +/- 1,9 km tidak terlalu melelahkan. Berbeda apabila pada siang hari dengan terik matahari yang cukup panas membuat kelelahan dan haus. Para pengunjung dianjurkan membawa minuman atau air mineral sebagai bekal dalam menyusuri hutan agar tidak dehidrasi. Apabila pengunjung membawa makanan dan minuman, agar membuang sampah ditempat sampah yang disediakan. Tersedia mulai dari area parkir, pintu masuk hingga didalam hutan telah disediakan tempat sampah pada titik – titik tertentu. Ini dilakukan demi menjaga kebersihan area hutan agar terbebas dengan sampah, terutama sampah plastik. Meskipun masih ada segelintir pengunjung yang tidak menyadari hal tersebut dengan membuang sampah sembarangan di area hutan.

Manjaga Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali dari sampah - Backpacker Manyar
Tersedia tempat sampah

Secara keseluruhan area Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai ini terlihat bersih dari sampah. Terdapat petugas yang membersihkan sampah dan menjaga kebersihan. Tapi para pengunjung tetap diharapkan partisipasinya untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Menelusuri Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Pemogan Denpasar Bali

Berjalan kaki melewati jalan kayu / Wooden Walkway yang membelah hutan. Sepanjang perjalanan disisi kiri dan kanan jalan kayu ditumbuhi tanaman bakau yang tumbuh besar. Rimbunnya menaungi jalan dari teriknya matahari pada siang hari.

Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali begitu rimbun - Backapacker Manyar
Rimbunnya tanaman bakau

Berjalan menyusuri keindahan tumbuhan bakau yang besar dan hijau, yang menjadi naungan para burung. Burung hinggap mencari makan dari ikan dan binatang kecil yang hidup disekitar pohon bakau.

masih banyak burung di Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali - Backpacker Manyar
Habitat Burung

Banyak pengunjung yang melakukan aktivitas baik sendirian, berdua maupun secara berkelompok. Apakah itu hanya sekedar jalan-jalan, duduk - duduk, bahkan makan siang bersama. Para pengunjung ini berteduh sambil makan siang di menara pengamat atau di bilik tempat istirahat sambil menikmati suasana hutan.

Para pengunjung juga harus sedikit hati - hati dalam menyusuri jalan kayu, pada beberapa tempat terdapat bagian jalan yang miring. Ada jalan yang harus ditutup karena masih dalam pengerjaan perbaikan. Namun sebagian besar jalan kayu masih kokoh dan aman untuk dilalui. Keindahan hutan dengan akar yang menjulang juga dapat dinikmati melalui menara pengamat maupun dari tempat istirahat.

Menelusuri Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali - Backpacker Manyar
Menelusuri hutan

Kelestarian Hutan Mangrove memang harus menjadi bagian dari kita, sekecil apapun peran kita dalam menjaga kelestarian, karena apabila kita menjaga kelestarian hutan maka Hutan pun juga akan menjaga kita. Mari kita tinggalkan jejak kaki dan kenangan bukan sampah apalagi sampah plastik.


Indahnya Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali dari atas - Backpacker Manyar
Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali
Tag: Travelling

Tidak ada komentar:

Posting Komentar