Friday, November 22, 2019

Pantai Gunung Payung Bali, keindahannya berhadapan dengan Samudra Hindia

Pantai Gunung Payung Bali
Laut lepas di pantai Gunung Payung

Menikmati ketenangan Pantai Gunung Payung yang berhadapan dengan samudra Hindia, sambil duduk di pasir putih. Kita bisa puas memandang jauh gelombang ombak besar yang tak henti-hentinya menggulung lautan, membuat nyaman bagi siapa saja yang datang. Pantai Gunung Payung berada satu area dengan Gunung Payung Cultural Park yang dikelola oleh desa adat Kutuh, Kuta Selatan, Badung Bali. Dibalik tebing karang tersembuyi pantai dengan pasir putih bersih yang indah.

Letak lokasi Pantai Gunung Payung - Bali

Pantai yang terletak di desa Kutuh, kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali ini dapat dituju dengan mudah. Apabila berangkat dari Denpasar, ada beberapa jalan alternatif dengan waktu yang tidak terlalu jauh berbeda. Bisa melalui Jalan Raya Uluwatu atau Jalan Raya Kampus Unud atau lewat tol laut Bali Mandara. Saat itu saya memutuskan melalui Jalan tol Bali Mandara untuk menghindari kepadatan lalu lintas di Jalan Uluwatu maupun Jalan Raya Kampus Unud. Jarak ditempuh melalui tol sedikit agak jauh sekitar 22 km tapi waktu tempuhnya lebih cepat yaitu sekitar 40 menit. Keluar dari tol masuk ke jalan By pass Nusa Dua hingga menuju ke Kurusetra sampai tiba di jalan Dharmawangsa. Sampai pertigaan jalan Gunung payung lurus saja melewati perempatan Jalan Nusa Dua Selatan hingga sampai jalan masuk area Gunung Payung Cultural Park.


Harga Tiket masuk dan Area Parkir Pantai Gunung Payung

Akses jalan masuk sudah beraspal dengan bagus. Kita bisa masuk ke area Gunung Payung Cultural Park yang dibuka pada pukul 07.00 - 18.000. Dengan membayar tiket Masuk sebesar Rp.4.000 / orang dan tiket parkir sepeda motor Rp.2.000 dan mobil Rp.5.000, kita sudah bisa memasuki area Gunung Payung Cultural Park. Dari akses jalan ini kita bisa melihat laut luas yang biru di depan jalan, rasanya sudah tidak sabar lagi untuk sampai di Pantai Gunung Payung.

Melewati wantilan jalan menuju area parkir, harus sedikit berhati-hati karena terkadang ada monyet yang menyeberang jalan. Sesampai di area parkir motor mobil yang terletak di sebelah wantilan Gunung Payung bersebelahan dengan Pura Dhang Kahyangan Gunung Payung. Tertata rapi dengan beberapa warung yang menjual makanan dan minuman ringan berjejer di depan area parkir.


Area parkir Pantai Gunung Payung Bali
Area parkir dan wantilan


Jalan masuk menuju Pantai Gunung Payung

Jalan masuk menuju ke pantai persis bersebelahan melewati Amphi theatre, juga melalui jalan menurun yang melewati tebing karang putih. Saya sarankan apabila naik motor, lebih baik parkir agak kebawah, karena jalan menuju pantai cukup jauh menuruni tebing dengan jalan bertangga. Di bawah ada area yang bisa parkirkan sepeda motor, kita harus cukup hati2 karena jalannya berpasir dan masih ada perbaikan.


Amphitheatre Gunung Payung

Menuruni jalan menuju pantai Gunung Payung, kita akan melewati Amphi theatre yang dibangun berhadapan persis dengan samudra Hindia. Selain area wantilan yang digunakan atau disewakan untuk kegiatan dari sekolah atau komunitas juga terdapat Amphi theater. Amphi theater ini sering digunakan untuk pentas seni dan budaya, maupun disewa untuk kegiatan atau aktivitas seni budaya oleh kelompok sekolah maupun komunitas. Dengan lokasi yang persis menghadap lautan, akan jadi kesan tersendiri apabila kita menikmati pentas seni budaya Bali di Gunung Payung Ampitheater, bisa kita bayangkan sensasinya.


Menuju Pantai Gunung Payung

Setelah menyusuri jalan yang membelah tebing, akhirnya sampai di tempat beberapa orang memarkirkan motor dekat jalan tangga menuju pantai. Di situ kita bisa melihat papan pemberitahuan bagi yang akan melakukan aktivitas untuk hal komersial. Dari tempat ini saja, kita sudah bisa menikmati keindahan hamparan laut yang membiru, luas membentang seperti tanpa batas.


Amphitheatre Pantai Gunung Payung Bali
Amphitheatre Pantai Gunung Payung Bali


Belum puas menikmati laut lepas, kita bisa menuruni tangga menuju ke pantai, beberapa anak tangga yang cukup landai akan kita lalui namun setelah itu anak tangga berikutnya sedikit curam. Kalau tadi di atas kita belum puas untuk menikmati laut lepas, ternyata sambil berjalan menuruni tangga inipun kita masih dimanjakan dengan pemandangan laut lepas yang indah disela – sela pepohonan.


Laut di pinggir Pantai Gunung Payung Bali
Pemandangan laut


Mata kita benar-benar dimanjakan dengan pemandangan laut biru sepanjang kita berjalan menuju pantai. Ini mungkin yang membuat kita tidak terasa capek menuruni anak tangga, tapi kalau naik kembali keatas, akan terasa capeknya. Tidak berapa lama kemudian, pada akhirnya kita sampai pada hamparan pasir putih pantai Gunung Payung.


Menyusuri Pantai Gunung Payung

Pantai yang dinamai sama dengan Pura Dhang Kahyangan Gunung Payung yang terletak di atas pantai ini, mempunyai hamparan pasir putih, serupa dengan Pantai Tegal wangi yang berada diantara tebing karang, hanya saja pantai Gunung Payung ini yang menghadap tepat ke arah Selatan berhadap-hadapan dengan Samudra Hindia. Gulungan ombak dari Samudra Hindia ini yang membuat banyak wisatawan asing untuk bermain selancar / Surfing terutama pada bulan Juni – Juli dimana angin selatan yang kuat membuat gulungan ombak yang besar.


Ketenangan Pantai Gunung Payung Bali
Pantai yang tenang


Tidak hanya berselancar air, banyak juga Wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung di sini hanya sekedar duduk berjemur menikmati suasana pantai yang tenang atau bahkan berenang bermain dengan air laut yang tenang di pinggir pantai. Apabila kita bermain air di pinggir pantai agar kita tetap berhati-hati dan jangan terlalu jauh menuju ke tengah, karena di pantai ini tidak terdapat penjaga pantai yang mengawasi keselamatan pengunjung. Jadi ada baiknya kita yang berhati-hati dan menjaga diri kita.


Berenang di Pantai Gunung Payung Bali
Berenang di pinggir Pantai


Ombak besar yang ada di tengah laut tidak sampai ke pinggir pantai, sudah terlebih dahulu dihadang oleh batu karang di pinggiran pantai, hal ini yang membuat pinggir pantai airnya tenang berbeda dengan ombak yang menggulung di tengah yang digunakan untuk bermain selancar.

Di pantai ini disediakan beberapa payung pantai apabila kita sudah terlalu panas terkena sinar matahari, namun sayangnya beberapa fasilitas mesti perlu diberikan perhatian dan perawatan yang lebih baik lagi. 


Fasilitas payung di Pantai Gunung Payung Bali
Fasilitas payung


Menikmati Indahnya Pantai Gunung Payung

Tidak akan ada bosannya kita berlama-lama memandang laut walau hanya sekedar duduk di pasir pantai. Jangan lupa untuk membawa minuman ringan atau makanan sebelum turun ke pantai, karena penjual makanan dan minuman hanya ada di area parkir atas. Pada saat saya sedang eksplorasi ke pantai Gunung payung ini, ada momen yang cukup menarik bagi saya. Saya melihat wisatawan asing yang sedang melakukan pernikahan di pinggir pantai yang dihadiri pendeta Hindu, bukan foto untuk prewedding.


Wedding di Pantai Gunung Payung Bali
Pernikahan di Pantai


Kita juga dapat menyusuri pantai sisi timur atau arah ke kiri. Terdapat lekukan tebing yang tergerus oleh air laut. Terlihat menyerupai  gua karang yang berpasir, yang dapat digunakan untuk duduk bersantai menikmati indahnya laut lepas. 
Dan terlihat jauh jajaran tebing karang yang memanjang sepanjang garis pantai terlihat indah. Tebing yang berlekuk tergerus pasang air laut yang kuat terbentuk eksotis sepanjang tebing.


Tebing karang Pantai Gunung Payung Bali
Tebing karang Pantai


Pantai ini cukup terjaga kebersihannyanya dan pasir putih yang bersih, terlihat pengunjung membuang sampahnya. Justru disekitar tebing atas sebelum menuju ke pantai, terlihat masih banyak sampah yang berserakan.


Siang hari di Pantai Gunung Payung Bali
Pantai Gunung Payung


Pantai Gunung Payung memberikan satu pengalaman yang berbeda buat kita menikmati laut yang indah. Entah dari atas pantai maupun dipinggir pantai, indahnya tetap terpancar selaras kelestarian dan kebersihannya. Masih ada pantai yang tenang menghadap samudera di daerah Nusa Dua Bali yang salah satunya adalah Pantai Geger.

No comments:

Post a Comment