Pura Taman Ayun (Part 2), Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO

Pura Taman Ayun adalah sebuah kompleks pemujaan bagi keluarga Kerajaan Mengwi dan masyarakat Mengwi khususnya. Sebuah kompleks pemujaan yang terdiri dari 3 bagian / halaman yaitu Nista Mandala, Madya Mandala dan Utama Mandala. Merupakan bagian dari salah satu situs Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Kompleks Mru Tumpang di Pura Taman Ayun - Backpacker Manyar
Pura Taman Ayun

Sebuah kompleks Pura yang luas di kelilingi dengan kolam yang mengitari area komplek pura. Dengan bagian utama pura dengan parit disekitaranya dengan berbagai macam pohon dan tanaman terlihat begitu asri.
Daftar Isi:

PuraTaman Ayun (Part 1), Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO.
- Pura Taman Ayun salah satu situs warisan budaya dunia UNESCO.
- Sekilas Sejarah Pura Taman Ayun
- Letak Pura Taman Ayun
- Harga Tiket masuk dan jam buka Pura Taman Ayun

Pura Taman Ayun (Part 2), Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO
- Kompleks Pura Taman Ayun
- Area Nista Mandala Pura Taman Ayun
- Area Madya Mandala Pura Taman Ayun
- Area Utama Mandala Pura Taman Ayun
- Art Gallery Pura Taman Ayun

Kompleks Pura Taman Ayun

Tempat pemujaan Keluarga kerajaan dan masyarakat Mengwi ini adalah sebuah kompleks pura yang berdiri di atas tanah seluas 4 hektar dengan kolam yang mengitari area kompleks pura. Dibuka untuk umum sebagai wisata budaya dimana setiap pengunjung dapat belajar akan sejarah berdirinya Pura Taman Ayun dan fungsinya sebagai tempat sembahyang. Pada masa kejayaan kerajaaan Mengwi dimana saat pura ini dibangun dengan tidak lepas dari manifestasi filosofi Tri Hita Karana. Dibangun oleh Raja Mengwi pertama yang dibantu oleh seorang arsitek keturunan tiongkok dari Banyuwangi. Seorang arsitek yang bernama  Ing Khang Ghoew juga sering disebut I Kaco rekan dari Raja Mengwi.

Berdasarkan pada aturan ruang dan zonasi Tri Mandala, Kompleks Pura ini mempunyai 3 area atau halaman yang terdiri dari:

  • Nista Mandala, Bagian terluar dan terendah dalam kompleks pura dan tidak suci untuk aktifitas senang – senang dan hiburan.
  • Madya Mandala, bagian tengah yang digunakan untuk aktifitas masyarakat untuk persiapan persembahyangan dan seni.
  • Utama Mandala, bagian Utama dan paling suci dari area Pura.
Sebagai sebuah wisata budaya, kompleks Pura juga menyediakan fasilitas penunjang bagi wisatawan pada area Nista Mandala.


Area Nista Mandala Pura Taman Ayun

Pada bagian ini dimulai dari pintu masuk kompleks pura hingga gerbang masuk menuju Area Madya Mandala. Pada Area ini terdapa tempat penjualan tiket masuk dan tempat informasi dan pengecekan tiket. Pada sisi timur area ini terdapat wantilan yaitu sebuah bale besar tanpa pembatas dinding dengan tiang yang mengelilingi. Wantilan ini biasa digunakan untuk upacara Tajen (sabung ayam khas Bali), dan di sana  terdapat diorama aktivitas Tajen agar memberikan gambaran bagi wisatawan.


Wantilan di area Pura Taman Ayun - Backpacker Manyar
Wantilan

Di sini juga terdapat fasilitas buat pengunjung berupa kantin untuk melepas lelah setelah berkeliling area kompleks pura dan bersebelahan kantin terdapat toilet. Fasilitas penunjang ini berada disisi timur tepat di belakang wantilan.


Fasilatas kantin di Pura Taman Ayun bagi wisatawan
Kantin


Area Madya Mandala Pura Taman Ayun

Pada area ini kita memasuki melalui pintu gerbang, area ini tidak seluas seperti area Nista Mandala namun lebih rimbun dengan pepohonan besar tumbuh disekitarnya. Pada sisi sebelah kanan (Timur) terdapat bale yang memajang Barong Bali dan Topeng Rangda untuk pertunjukan seni.


Gapura widya Mandala di Pura Taman Ayun - Backpacker Manyar
Gapura Madya Mandala

Dikutip dari Wikipedia.org Barong Bali dipercaya sebagai metamorfosis dari Barong Ponorogo atau Reog, oleh Raja Airlangga saat mengungsi ke Pulau Bali untuk menyelamatkan diri. Dalam perkembangannya Barong Ponorogo di rubah bentuk dan cerita sesuai kondisi masyarakat di Bali yang di peruntukkan untuk kegiatan spiritual keagamaan.


Barong yang disimpan di Pura Taman Ayun - Backpacker Manyar
Barong

Pada area ini kita dapat menyusuri jalan pinggir area utama dan terdapat bale –bale yang digunakan masyarakat dalam aktifitasnya untuk menyiapkan kebutuhan untuk upacara.


Bale - Bale Pura Taman Ayun - Backpacker Manyar
Bale - Bale


Area Utama Mandala Pura Taman Ayun

Pada area Utama Mandala ini adalah tempat suci yang hanya digunakan sebagai upacara keagamaan, jadi pengunjung tidak diperkenanakan untuk masuk kedalam area ini. Pintu gerbang area ini tertutup dan hanya di buka pada saat – saat tertentu untuk melakukan upacara keagamaan.


Gerbang Utama Mandala Pura Taman Ayun - Backpacker Manyar
Gerbang Utama Mandala

Pengunjung dapat menikmati keindahaan arsitektur pura dengan berjalan melalui jalan setapak di sekeliling area utama Mandala pura ini, yang hanya dibatasi oleh tembok rendah. Terlihat beberapa bangunan yang mempunyai maknanya masing – masing. Terdapat 9 bangunan dengan atap ijuk yang tersusun yang disebut dengan Meru tumpang, tersusun mulai dari 3 dan kelipatan ganjil hingga 11 susun. Meru Tumpang inilah perwujudan dari 9 pura utama di Bali berurutan dari Selatan ke Utara yaitu:
  • Meru Tumpang 3 Pasurungan.
  • Meru Tumpang 5 Pesimpangan Batuangus.
  • Meru Tumpang 7 Maspahit.
  • Meru Tumpang 9 Beratan.
  • Meru Tumpang 11 Gunung Agung.
  • Meru Tumpang 9 Pesimpangan Batur.
  • Meru tumpang 11 Sakenan.
  • Meru Tumpang 11 Ulun Suwi.
  • Meru Tumpang 11 Pesimpangan Batu Karu.


Meru Tumpang Pura Taman Ayun dari dekat - Backpacker Manyar
Meru Tumpang


Art Gallery Pura Taman Ayun

Di luar 3 Area ini, di sisi sebelah timur terdapat 3 bangunan art Gallery, pengunjung dapat melihat foto- foto sejarah dan lukisan – lukisan pura Taman Ayun dari seniman Bali. Bangunan kecil pertama menyimpan foto – foto lama aktivitas upacara keagamaan, kunjungan presiden RI pertama Ir. Soekarno  dan foto raja Mengwi XI.


Koleksi foto di galeri Pura Taman Ayun
Foto - foto di Art Gallery

Pada bangunan kedua kita bisa melihat lukisan pura taman Ayun dibuat dari cat air oleh seniman – seniman bali.


Pura Taman Ayun dalam lukisan cat air
Lukisan Cat Air di Art Gallery

Selanjutnya pada bangun ketiga terdapat tempat pemutaran video sejarah dan aktivitas Pura Taman Ayun yang juga di bagian temboknya di hiasi oleh lukisan – lukisan cat minyak dari seniman Bali.


Lukisan cat minyak di art gallery Pura Taman Ayun - Backpacker Manyar
Lukisan Cat Minyak di Art Gallery

Pura Taman Ayun sebuah situs yang sudah diakui sebagai warisan budaya dunia, masih terjaga dan terawat dengan baik. Memberikan banyak pembelajaran bagi kita yang berkunjung, atas banyaknya keragamanan budaya Indonesia yang kita miliki.  Tak kenal maka tak sayang.

Tag: Travelling

Tidak ada komentar:

Posting Komentar