Thursday, February 13, 2020

Pura Taman Ayun Bali #Part 1, Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO

Pura Taman Ayun Bali
Pura Taman Ayun


Pura Taman Ayun merupakan salah satu situs warisan budaya dunia yang ditetapkan oleh UNESCO. Menjadi salah satu dari 4 situs yang menjadi kesatuan landskap sistem Subak di Bali yang dilindungi sebagai warisan budaya dunia. Terletak di tengah kecamatan Mengwi, Badung, Bali yang menjadi salah satu ikon andalan wisata budaya Kecamatan Mengwi. Memberikan gambaran dan pelajaran tentang sejarah kejayaan kerajaan Mengwi Bali pada masa dahulu kala.

Pura Taman Ayun Sebagai salah satu Situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO

Pada tahun 2012 UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) mengeluarkan keputusan no 36COM 8B.26 dengan title “Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy”. Menobatkan 4 situs budaya yang terletak di Bali sebagai bagian dari sistem subak yang perlu tetap di lestarikan keberadaannya. Dikutip dari surat keputusan UNESCO, terdapat 4 situs yang ditetapkan sebagai warisan budaya dunia terdiri dari:

  1. Pura Ulun Danu Batur, berada di ujung Danau Batur, merupakan pura air utama (water temple) sebagai sumber dari setiap mata air dan sungai.
  2. Lanskap Subak dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan, diketahui sebagai sistem irigasi yang tertua di Bali.
  3. LanskapSubak dari Catur Angga Batukaru, objek wisata persawahan berundak-undak(terasering) Jatiluwih merupakan salah satu dari bagiannya.
  4. Pura Taman Ayun, pura air yang paling besar dengan arsitekturnya paling terkenal, mencontohkan ekspansi penuh dari sistem subak di bawah pemerintahan kerajaan Bali pada abad ke-19.

Pura Taman Ayun merupakan bagian dari sistem Subak Bali, dimana sekitar area Pura dikelilingi kolam besar sebagai penampungan air. Kolam penampungan yang mengitari kompleks pura ini digunakan sebagai bagian dari sistem pengairan Subak untuk persawahan di sekitar Mengwi. Pura ini menjadi salah satu bentuk nyata dari manifestasi filosofi Tri Hita Karana (Tiga Penyebab Kesejahteraan / Kebahagiaan).


Kolam kompleks Pura Taman Ayun Bali
Kolam kompleks Pura



Kolam Pura Taman Ayun Bali tampak depan
Kolam Pura tampak depan


Sejarah Singkat Pura Taman Ayun

Pada abad ke 17, yang lebih tepatnya pada tahun 1632 - 1934, Pura Taman Ayun dibangun oleh Raja pertama Mengwi yang bernama I Gusti Agung Putu. Raja Mengwi pertama yang bergelar Ida Cokorda Sakti Blambangan dan I Gusti Agung Bima Sakti mempunyai kekuasaan hingga sampai daerah Jembrana dan Blambangan (Jawa Timur). Karena kesaktian beliau diberilah gelar Bima Sakti dengan didirikan patung Bima Sakti di ujung jalan menuju area Pura. Kesaktiannya dalam menghentikan penyerangan kerajaan Buleleng hingga mendapatkan rasa hormat dari kerajaan Buleleng dengan penyerahan daerah Jembrana dan Blambangan. Kita perlu ingat kisah Pantai Seseh, putra dari Raja Mengwi I dengan putri Blambangan dikenal dengan nama Keramat Pantai Seseh.

Raja Mengwi I membangun Pura ini sebagai tempat persembahyangan untuk para leluhur keluarga Kerajaan Mengwi dikenal sebagai Gedong Paibon. Beliau membangun juga untuk tempat pemujaan bagi seluruh rakyat Mengwi karena letak pura di Bali yang jauh. Sehingga di dalam Gedong Paibon didirikan tempat pemujaan dengan beberapa bangunan yang disebut Penyawangan (Simbol). Bangunan sebagai Penyawangan dari 9 pura utama yang ada di Bali seperti Pura Besakih, Pura Ulun Danu, Pura Batur, Pura Uluwatu, Pura Batukaru dan pura utama lainnya.


Meru tumpang di Pura Taman Ayun Bali
Meru tumpang

Tempat suci yang dibangun oleh raja, untuk memastikan bahwa kerajaannya dan penduduknya akan dapat berbagi dalam kemakmuran dan keharmonisan bangsa. Juga untuk semua masyarakat Mengwi dapat melakukan upacara keagamaan di kuil dan meminta air suci untuk melindungi sawah dari wabah.


Letak Pura Taman Ayun

Terletak di tengah – tengah kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Bali berjarak hanya 24 km dari kota Denpasar. Dengan waktu perjalanan dari Denpasar ke Mengwi hanya menempuh waktu 50 menit. Dimana Pura Taman Ayu berada di jalan Ayodya, Mengwi, dan di ujung sebelah Barat terdapat Gapura dan Patung Bima Sakti.


Jalan ayodya menuju Pura Taman Ayun Bali
Jalan ayodya Mengwi

Tepat di sebelah Gapura terdapat seperti museum yang menyimpan Ogoh – Ogoh yang pernah mendapat prestasi dan juara dalam lomba Ogoh – ogoh pada saat perayaan penyambutan Hari Raya Nyepi. Sepanjang jalan Ayodya tidak diperkenankan ada kendaraan yang diparkir, jika kita mau berkunjung maka kita bisa memarkir kendaraan di ujung jalan Ayodya sebelah Barat, atau disekitar pasar Mengwi yang letaknya tepat juga diseberang jalan . Setelah itu kita dapat berjalan kaki menuju ke Pura.


Harga Tiket masuk dan Jam buka Pura Taman Ayun untuk umum

Dibawah pengelolaan keluarga kerajaan Mengwi dan dibantu oleh komite yang terdiri dari pemuka adat lokal, juga didukung pejabat desa Mengwi. Sebagai tempat wisata budaya, pura ini dibuka untuk umum dengan jam buka bagi pengunjung mulai jam 08.00 – 18.15 Wita / 08.00 AM – 06.16 PM. Jangan ketinggalan, sekarang Pembayaran QRIS ditempat wisata Bali membuat lebih aman berwisata



Jam buka Pura Taman Ayun Bali
Jam buka


Loket tiket masuk Pura Taman Ayun Bali
Loket tiket masuk


Harga tiket masuk cukup murah, hanya dengan Rp.15.000 (wisatawan domestik) atau Rp.30.000 (wisatawan asing). Tiket masuk yang cukup murah untuk bisa menikmati keindahaan Pura Taman Ayun kerajaan Mengwi.

Bersambung PuraTaman Ayun Bali #Part 2, Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO

No comments:

Post a Comment