Thursday, August 6, 2020

Yuk, berwisata aman dengan pembayaran QRIS, wisata aman buat kita sekeluarga

Pembayaran QRIS sudah diluncurkan pemakaiannya pada awal januari beberapa tempat di Bali. Mulai dari beberapa pasar tradisional , kampus, pasar tradisional, pusat perbelanjaan hingga tempat wisata di Bali. Dengan kondisi pandemik saat ini, pembayaran QRIS semakin digalakkan agar membuat wisatawan menjadi lebih aman berwisata di Bali.


Pembayaran QRIS
Doc Bank Indonesia


Digitalisasi wisata Bali dengan pembayaran non tunai melalui pembayaran QRIS

Penerapan protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak dalam berwisata di Bali bertujuan untuk membuat wisata aman.  Namun banyak upaya terus dilakukan agar wisata di Bali benar – benar aman bagi pelaku wisata maupun wisatawan. Dimana salah satu nya adalah penerapan pembayaran QRIS di tempat – tempat wisata. Baik itu pembayaran saat memasuki tempat wisata juga untuk pembayaran pembelanjaan di outlet maupun di pasar tradisional dan modern.

Sertifikasi kelayakan Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan digitalisasi berbasis QRIS bagi tempat wisata yang dilakukan oleh pemerintah Bali. Hal ini untuk dilakukan untuk memberikan keyakinan bagi wisatawan atas keseriusan menjadikan Bali sebagai tempat wisata aman. Terutama berwisata dalam masa pandemik saat ini. Salah Satu contoh tempat wisata seperti Monkey Forest, Desa wisata Blimbingsari, Pantai Pandawa sudah menerima Sertifikasi kelayakan tatanan kehidupan Bali era baru dan digitalisasi berbasis QRIS. Masih banyak tempat wisata, hotel dan resort di bali yang sudah menerima sertifikasi kelayakan ini.

Salah satu syarat mendapatkan sertifikasi kelayakan tatanan kehidupan Bali era baru, setiap tempat wisata wajib memberlakukan transaksi pembayaran non tunai QRIS. Pembayaran QRIS sebagai salah satu syarat protokol kesehatan COVID-19. Hal ini bertujuan agar pelaku wisata maupun wisatawan tidak mengalami sentuhan dengan uang (dana tunai). Sebagai upaya menekan penyebaran virus melalui benda benda seperti uang tunai. Sistem pembayaran QRIS (non tunai) wajib diberlakukan untuk penjualan tiket dan juga outlet lainnya.

Berdasarkan data dari kantor perwakilan Bank Indonesia provinsi Bali per 17 Juli 2020 tercatat sebanyak 108.573 merchant atau pelaku usaha sudah menggunakan metode pembayaran QRIS. Meningkat hingga hampir 350% sejak dicanangkan di Bali awal tahun 2020. Kesadaran yang meningkat dari pelaku usaha untuk penerapan protokol kesehatan melalui pembayaran non tunai.

Menikmati wisata di Bali dengan aman:


Apa itu pembayaran QRIS

Dikutip dari Bank Indonesia, apa itu Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS. QRIS adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. Pembayaran QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS.


Penerapan QRIS
Penerapan QRIS

Sebelumnya setiap aplikasi pembayaran mempunyai kode QR sendiri – sendiri. Saat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari Penyelenggara manapun baik bank dan non-bank, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS. Meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat. Jadi dengan 1 Kode Qris untuk seluruh aplikasi pembayaran bank maupun non-bank.

Bagi wisatawan pengguna aplikasi tidak perlu lagi pusing-pusing memikirkan QR PJSP siapa yang terpasang. Dan semua PJSP penyelenggara QRIS sudah pasti memiliki izin dan diawasi oleh Bank Indonesia. Hingga saat ini terdapat PenyelenggaraJasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk Bank / non-bank sebanyak 24 bank dan 16 non-bank.


Jenis Pembayaran menggunakan QRIS

Sekarang saatnya para wisatawan untuk mengetahui jenis pembayarannya agar mudah melakukan pembayaran QRIS. Terutama ditempat wisata dan pembayaran di outlet. Sesuai laman dari Bank Indonesia, terdapat 3 jenis pembayaran QRIS, namun hanya 2 yang baru bisa, yang 1 masih uji coba. Berikut jenis pembayaran QRIS yang bisa kita gunakan:

  1. Pembayaran QRIS untuk Merchant Presented Mode (MPM) Statis
  2. Pembayaran QRIS untuk Merchant Presented Mode (MPM) Dinamis

Bagaimana menggunakan pembayaran QRIS? Mari kita simak berikut ini:

1. Pembayaran QRIS Untuk Merchant Presented Mode (MPM) Statis


Pembayaran QRIS Merchant Presented Mode (MPM) Statis
Pembayaran QRIS Merchant Presented Mode (MPM) Statis

Ini adalah jenis pembayaran QRIS paling mudah. Tempat wisata atau outlet cukup memajang satu sticker atau print-out QRIS dan gratis. Wisatawan atau pengguna cukup melakukan scan, masukkan nominal, masukkan PIN dan klik bayar. Notifikasi transaksi langsung diterima wisatawan / pengguna atau-pun merchant. QRIS MPM Statis sangat cocok bagi usaha mikro dan kecil dan tempat wisata.

2. Pembayaran QRIS Merchant Presented Mode (MPM) Dinamis


Pembayaran QRIS Merchant Presented Mode (MPM) Dinamis
Pembayaran QRIS Merchant Presented Mode (MPM) Dinamis

Pada saat mau melakukan pembayaran dengan QRIS, kode QR dikeluarkan melalui suatu alat seperti mesin EDC atau smartphone dan gratis. Outlet atau Merchant harus memasukkan nominal pembayaran terlebih dahulu. Kemudian wisatawan/pelanggan melakukan scan QRIS yang tampil atau tercetak untuk melakukan pembayaran transaksi. QRIS MPM Dinamis sangat cocok untuk merchant skala usaha menengah dan besar atau dengan volume transaksi tinggi.

Pembayaran QRIS selain menawarkan kemudahan dalam bertransaksi dan pembayaran ditempat wisata, juga memberikan perlindungan keamanan. Terutama perlindungan keamanan dalam kesehatan selama pandemik ini. Untuk itu, kita sebagai wisatawan juga bisa bijak dan mempunyai kesadaran sendiri untuk bisa melakukan protokol kesehatan melalui pembayaran digital. Untuk kesehatan kita sendiri dan orang – orang sekitar kita. Bisa berwisata dan tetap sehat.

No comments:

Post a Comment