Saturday, February 8, 2020

Mengurangi sampah plastik dimulai dari kebiasaan diri kita sendiri

Mengurangi sampah plastik


Sampah plastik sudah menjadi isu global, karena pertambahannya yang begitu signifikan dari tahun ke tahun. Terutama terhadap sampah plastik sekali pakai, yang lama terurai oleh alam bahkan ada yang memang tidak bisa terurai. Sampah plastik dari limbah rumah tangga memberi peran yang cukup besar dalam menambah gunungan sampah plastik. Dalam semua aktivitas kita sehari-hari selalu dilingkupi dengan barang-barang yang berbahan plastik. Barang berbahan plastik merupakan bahan yang cukup awet, ringan dan murah untuk barang – barang penunjang aktivitas kita sehari - hari. Mulai dari peralatan sekolah, rumah tangga hingga bagian – bagian kendaraan bermotor kita.

Perubahan pola konsumsi salah satu penyumbang sampah plastik

Perubahan pola konsumsi kita juga memberikan kontribusi besar atas bertambah dan beragamnya sampah plastik. Terlihat dari kehidupan kita sehari-hari terutama yang tinggal diperkotaan. Misalnya kebiasaan yang membeli makanan cepat saji yang menghasilkan sampah plastik sekali pakai, seperti tempat makanan, sedotan, tutup minuman, sendok garpu sekali pakai dan pembungkus atau tas kresek.

Berdasarkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 menunjukan hanya 8,7 % rumah tangga yang membawa tas belanja sendiri dan hanya 1,2% rumah tangga yang melakukan kegiatan daur ulang sampahnya sendiri. Sedangkan 66,8 persen masih membakar sampah untuk penangan sampah. Diri kita sendiri dalam keluarga merupakan aktor penting dalam membantu pengelolaan sampah terutama dalam lingkungan dan keluarga kita sendiri. Mulai dari pemilahan sampah sendiri hingga mendidik anak – anak kita dalam pemilahan sampah.


Data BPS tentang Sampah Plastik
Data BPS tentang pemakaian tas belanja



Data BPS konsumsi rumah tangga membuang Sampah Plastik
Data BPS perlakuan terhadap Sampah Plastik


Mengurangi Sampah plastik dengan merubah kebiasaan diri kita sendiri

Kita juga bisa merubah kebiasaan dalam penangan sampah terutama mengurangi sampah plastik. 

Berikut beberapa kiat untuk mengurangi sampah plastik terutama yang sekali pakai:

  1. Membiasakan diri membawa tas belanjaan sendiriKita bisa mulai membiasakan membawa tas belanjaan sendiri pada saat bepergian. Meskipun belum banyak daerah yang mengeluarkan perda terkait tas belanjaan seperti Pergub Bali no 97 tahun 2018. Namun hal ini akan menjadi lebih baik apabila menjadi inisiatif dan kesadaraan kita sendiri.
  2. Menghindari atau mengurangi penggunaan plastik sekali pakaiKebiasaan menggunakan plastik sekali pakai seperti sedotan, sendok garpu sekali pakai diganti dengan bahan pengganti yang lain atau kita bisa hindari penggunaannya. Akan lebih baik kita membawa sendiri sedotan yang dapat kita pakai berulang seperti dari bahan bambu atau baja (stainless steel). 
  3. Membawa botol minum sendiriAktivitas kita diluar rumah seperti di sekolah atau dikantor bisa kita mulai dengan membawa tumbler / botol minuman. Kantor dan sekolah kebanyakan sudah menyediakan air minum gallon. Hal ini bisa menghindarkan kita membeli minuman dengan botol plastik sekali pakai.
  4. Memilah sampah organic dan nonorganic dirumahMembuat kebiasaan untuk memilah sampah organik dan non organik dirumah kita sendiri. Pemilahan sampah ini akan memudahkan dalam pengelolaan sampah dipembuangan sampah. Saat ini sudah mulai bertambah bank sampah dalam pengelolaan sampah daur ulang.
  5. Membuat sampah plastik manjadi barang bernilai lebihMembuat kreasi dari sampah plastk yang dapat didaur ulang untuk menjadi tempat berguna dirumah kita. Seperti pot tanaman, hiasan kamar dan sebagainya, dimana kreasi – kreasi ini banyak dibagikan di internet. Sehingga sampah plastik menjadi benda yang lebih bernilai guna bahkan bernilai ekonomis.

Perlu kita ketahui bagaimana Bahaya plastik bagi lingkungan hidup dan kesehatan kita, agar kita benar- benar peduli atas resikonya. Dan kita bisa merubah cara pandang dan kebiasaan kita. Apabila kita bisa merubah cara pandang dan kebiasaan kita, kita akan membantu mengurangi sampah plastik. Menularkan kebiasaan ini ke keluarga, kemudian menularkan ke lingkungan tempat tinggal hingga banyak orang ikut berperan dalam mengurangi sampah plastik. THINK GLOBAL, ACT LOCAL.

No comments:

Post a Comment