Wednesday, May 26, 2021

Bagaimana cairan pemutih pakaian membedakan putih dari warna pakaian?

cairan pemutih pakaian
 

Cairan pemutih pakaian memang cukup ampuh mengusir noda pada pakaian putih. Saya sendiri terbiasa memakai cairan pemutih untuk pakaian putih saya. Namun pada saat saya selesai mencuci dan menggunakan cairan pemutih pakaian, sedikit tergoda untuk bertanya – tanya dan mencari tahu. Bagaimana cairan pemutih pakaian bisa membedakan warna? Kok bisa lakukan seperti itu ya?


Cairan pemutih pakaian menjadikan putih dari warna

Cairan pemutih pakaian tidak tahu yang kita sebut putih. Yang diketahui olehnya hanyalah warna. Karena warna jauh lebih mendasar, baik dalam kimia maupun fisika, ketimbang selera kita dalam cuci mencuci. Cairan pemutih pakaian menyerang senyawa – senyawa kimia yang berwarna. Lalu hasilnya adalah berkurang atau hilangnya warna, yang oleh otak kita diterjemahkan menjadi putih.

Sebelum saya nanti ditegur karena menyebut putih sebagai tiadanya warna. Padahal waktu sekolah dulu, saya diceritakan bahwa putih adalah hasil penggabungan semua warna.

Saya coba ceritakan kembali. Cahaya matahari memang mengandung semua warna yang ada dalam pelangi (Semua warna yang dapat dilihat oleh mata kita). Ketika semua warna dalam cahaya digabungkan (seperti yang terjadi pada siang hari), bagian dari otak kita yang mengurusi penglihatan, menangkap cahaya tersebut sebagai sesuatu yang tanpa warna sama sekali. Kita menyebutnya cahaya putih.

Tapi, memang begitulah cahaya. Lalu, apa yang nampak oleh mata kita ketika melihat benda yang diterangi oleh cahaya itu?

Jika benda itu memantulkan kembali semua warna yang sampai ke benda itu dalam bentuk cahaya siang ke mata kita, maka cahaya yang memantul masih tidak tampak berwarna bagi kita. Masih putih. Dalam hal ini kita mengatakan bahwa benda itu sendiri putih. Karena kita hanya dapat menentukannya berdasarkan cahaya yang dikirimkan ke mata kita.

Namun jika benda itu memiliki kecenderungan tertentu kepada cahaya biru, misalnya, dan benda itu menyerap atau menahan sebagian unsur biru dalam cahaya siang hari sebelum memantulkan sisanya ke mata kita, maka cahaya yang kita lihat akan kekurangan unsur biru. Mata kita menangkap cahaya tanpa unsur biru sebagai kuning, maka kita menyebut benda tadi kuning.

Baca juga: Cara kerja sabun, sebelah menggandeng air, sebelah lagi menggandeng kotoran

Lalu bagaimana cairan pemutih pakaian menghilangkan warna?

Pada pakaian kita yang seharusnya putih mulus (tanpa warna) kemudian terdapat benda yang kebetulan sebuah noda. Noda itu tampak kuning oleh kita, maka kita segera meminta bantuan bahan kima ajaib yang disebut cairan pemutih pakaian untuk menghilangkannya. Kita pun akan berbuat hal yang sama ketika sebuah noda kebetulan menyerap unsur warna tertentu lain pada cahaya, yang pada penglihatan kita tampak sebagai warna bukan putih.

Lalu apa dong yang sesungguhnya diperbuat oleh cairan pemutih pakaian ketika obat ajaib itu menghilangkan warna? Bahan tersebut berbuat sesuatu terhadap molekul – molekul yang memiliki kecenderungan menyerap unsur warna. Apapun warna itu, pada cahaya.

Bagaimana caranya cairan pemutih pakaian menyerang molekul – molekul yang menyerap cahaya?

Ketika sebuah zat menyerap energi cahaya, elektron – elektron dalam molekulah yang mengerjakan tugas itu. Dengan menyerap energi, elektron – elektron tadi mempromosikan diri ke tingkat yang lebih tinggi pada hirarki energi kedalam molekul – molekul masing – masing. Molekul – molekul kebanyakan zat tampak warna karena mereka mengandung elektron – elektron yang pada awalnya memiliki status energi agak rendah, maka berhasrat sekali menyerap energi cahaya.

Yang diperbuat oleh molekul – molekul cairan pemutih pakaian adalah melahap elektron – elektron berstatus energi rendah itu sehingga elektron – elektron penyerap energi cahaya itu tidak ada lagi. Dengan begitu molekul – molekul noda kehilangan kemampuan mereka untuk membuat warna. Secara ilmiah Para pelahap elektron ini disebut agen pengoksidasi, dalam hal ini cairan pemutih pakaian mengoksidasi bahan berwarna.

Para pelahap elektron yang lazim dipakai dalam pekerjaan laundri, adalah natrium hipoklorit. Cairan pemutih pakaian yang beredar di pasaran tidak lain adalah larutan 5,25% bahan kimia tersebut dalam air biasa. Pemutih yang dipasarkan dalam bentuk tepung biasanya adalah perborar, pelahap elektron agak lembut yang tidak menyerang kebanyakan bahan pewarna. Tentu saja, bahan pewarna tidak lain adalah noda yang sengaja diberikan, yang memiliki kecenderungan warna tertentu dalam cahaya.

Pelahap elektron lain yang populer adalah hidrogen peroksida yang biasa digunakan untuk memutihkan melamin, bahan pewarna gelap dalam rambut dan kulit manusia.

No comments:

Post a Comment