Tuesday, May 11, 2021

Api warna biru di kompor gas saya, kenapa bisa begitu? bagaimana dengan kembang api?

api warna biru
 

Api berwarna biru di kompor gas saya, tetapi kenapa lilin yang saya nyalakan berwarna kuning. Apa yang menyebabkan kedua nyala berbeda. Lalu bagaimana dengan lampu minyak tanah, kertas yang terbakar, api unggun bahkan kebakaran hutan. Terlintas pertanyaan – pertanyaan tersebut, saat saya menyalakan kompor gas yang masih baru dengan tabung LPG. Api warna biru menyembur dari kompor gas membuat rasa penasaran saya.

Ini menyangkut masalah berapa banyak oksigen yang tersedia untuk menyalakan bahan bakar yang membuat api warna biru. Kadar oksigen yang sangat banyak menyebabkan api warna biru, sedangkan kadar oksigen yang sangat terbatas menyebabkan api berwarna kuning. Sekarang kita amati api warna kuning.


Kenapa tidak adanya api warna biru pada sebatang lilin menyala?

Pada kenyataannya, sebatang lilin merupakan alat pembuat nyala yang cukup rumit. Bagaimana rumitnya? Pertama, sebagian badan lilin harus meleleh terlebih dahulu. Kemudian lilin cair meleleh itu memanjat ke sumbu, lalu harus bisa menguap menjadi gas dan setelah menguap baru bisa terbakar. Menguap dan terbakar ini merupakan reaksi dengan oksigen di udara untuk membentuk karbon dioksida dan uap air.

Lilin biasanya terbuat dari parafin, yakni campuran hidrokarbon, salah satu bahan yang kita jumpai dalam minyak bumi. Ketika bahan ini terbakar, mereka bereaksi dengan oksigen di udara. Karbon dan oksigen menjadi karbondioksida, sedangkan hidrogen dan oksigen menjadi uap air. Kedua bahan ini berwujud gas ketika terbakar dan terbang ke udara.

Supaya pembakaran ini bisa efisien 100%, lilin harus dapat diubah seluruhnya menjadi karbondioksida dan air yang tidak kelihatan. Tetapi nyala lilin tidak mendapatkan oksigen yang diperlukan kalau hanya mengambil dari udara sekitarnya. Udara sekitar lilin yang sebetulnya kaya oksigen, ternyata tidak sanggup mengalir cepat untuk mengimbangi semua parafin yang meleleh dan menguap, siap untuk dibakar.

Sementara itu di bawah pengaruh panas, sebagian parafin yang tidak terbakar terurai antara lain menjadi partikel karbon sangat kecil. Partikel karbon ini karena panas dari pembakaran, menjadi berpendar, membara dengan cahaya warna kuning.

Hal yang sama terjadi pada lampu minyak tanah, api bakaran kertas, sampah plastik, api unggun bahkan kebakaran, semua mempunyai api nyala kuning, bukan api nyala biru. Sebabnya karena udara tidak dapat mengalir cukup cepat untuk membuat bahan bakar terbakar seluruhnya menjadi karbondioksida dan uap air.


Kompor gas dengan api warna biru berbeda dengan terbakarnya lilin

Kompor dan pemanggang gas menggunakan bahan bakar berwujud gas, jadi tidak memerlukan proses penguapan seperti sebatang lilin. Cara ini memudahkan bahan bakar bercampur dengan udara sebanyak  banyaknya, sehingga reaksi pembakaran dapat berlangsung dengan cepat. Karena bahan bakar ini terbakar hampir seluruhnya maka kita dapat nyala api biru yang jauh lebih panas. Nyala api biru juga jernih dan transparan karena tidak dikotori oleh partikel karbon. Kecuali kompor gas kita sudah kotor.

Mau lebih panas lagi? Mengapa tidak mencampurkan oksigen murni dengan bahan bakar gas? Bagaimanapun kandungan oksigen dalam udara hanya 20,9%. Sebuah penyembur api yang dinamai glassblower, menggunakan oksigen yang dicampur dengan gas alam metana. Alat tersebut dapat menghasilkan api dengan temperatur 1.600 derajat celcius.

Alat tukang las yang dinamai axy acetylene torch, mencampur oksigen dengan gas asetilana menghasilkan api warna biru bertemperatur 3.300 derajat celcius. Namun juga bisa berwarna kuning apabila setelannya tidak pas sehingga gas bahan bakar tidak mendapatkan oksigen yang memadai untuk pembakaran sempurna. Dan nyala nya menjadi kuning serta menghasilkan jelaga.

Lalu kenapa yang lebih panas api warna biru, bukan warna lain

Ini ada kaitannya dengan kenyataan bahwa atom – atom dan molekul – molekul yang terpanaskan dalam sebuah nyala dapat menyerap sebagian energi panas. Dan selanjutnya energi panas itu terpencar lagi berupa cahaya.

Setiap zat mempunyai panjang gelombang atau warna cahaya masing – masing yang khas dan terpencar akibat rangsangan oleh panas. Kalau dalam bahasa ilmiahnya seperti ini: setiap zat mempunyai spektrum emisi masing – masing yang unik.

Gas propane atau gas metana pada kompor gas dan gas asetilena pada alat las secara umum sangat mirip. Semua tergolong hidrokarbon (senyawa – senyawa karbon dan hidrogen). Kebetulan molekul – molekul hidrokarbon memancarkan sebagian besar energi mereka dalam bentuk cahaya dengan panjang gelombang dalam spektrum biru dan hijau. Itulah kenapa dari gas propane atau metana keluar api warna biru.

Atom –atom dan molekul – molekul jenis lain, jika teruapkan dan terbakar akan menghasilkan warna nyala masing – masing. Itulah sebabnya kembang api dapat menghasilkan nyala api warna biru, hijau, merah, kuning berwarna warni.

begitulah penjelasan yang saya dapatkan dari berbagi buku yang saya baca, setidaknya inilah manfaat membaca buku sebelum tidur.

No comments:

Post a Comment