Hidden Canyon Beji Guwang, Sukawati Gianyar Bali memberikan keindahan yang eksotis

Hidden Canyon Beji Guwang berupa lekukan tajam yang terbentuk akibat air sungai yang menggerus bebatuan sekian ratus tahun. Selama itu memahat keindahan sebuah ngarai dengan sungai yang mengalirinya.

Eksotisnya Hidden Canyon Beji Guwang - Backpacker Manyar
Hidden Canyon Beji Guwang

Sebuah tempat wisata yang terletak di Beji Guwang, desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Bali. Menyajikan ngarai terjal yang eksotis, tersembunyi dialiran sungai Guwang, menantang untuk dijelajahi dan dinikmati.

Perjalanan menuju Hidden Canyon Beji Guwang di Desa Guwang, Sukawati Gianyar Bali

Menempuh jarak sekitar 22 km dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit dari kota Denpasar. Melalui jalan By Pass Ngurah Rai dan melewati Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra. Pada persimpangan berbelok ke arah kiri melaju lurus pada jalan raya Guwang menuju jalan Raya Ketewel dan terus kearah utara. Nantinya akan menemukan persimpangan tiga yang ditandai dengan patung Garuda Wisnu Desa Guwang. Dari sini menuju kearah timur melalui jalan Garuda Wisnu desa Guwang.

Tidak berapa lama di sebelah kiri jalan tersebut terlihat Gapura selamat datang beserta baliho ukuran besar dipenuhi gambar keindahan Hidden Canyon Beji Guwang. Memasuki gapura dengan ciri khas Bali. Terlihat area parkiran yang cukup luas berdampingan dengan kebun dan persawahan masyarakat setempat, dan bersebelahan juga dengan Pura Dalem desa Guwang. Diujung kiri masuk area parkir tersebut, terlihat juga “bale-bale” khas bali. Disediakan untuk para tour guide maupun driver angkutan pariwisata untuk beristirahat menunggu tamu mereka menjelajahi wisata Hidden Canyon Beji Guwang. 

Sedikit melihat ke kiri dari area peristirahatan tersebut terdapat pedagang lokal yang menyediakan makanan dan minuman ringan. Setelah area parkir, dan bale bale, dapat terlihat jelas dari arah depan taman kecil cukup membuat suasana sejuk dan nyaman menuju kearah loket.

Loket dan reservasi Hidden Canyon Beji Guwang
Reservasi dan loker

Tiket Masuk dan fasilitas Hidden Canyon Beji Guwang

Para pegawai Hidden Canyon Beji Guwang yang sebagian besar adalah warga desa Guwang. Menyambut ramah mulai dari tempat parkir hingga ke tempat pembelian tiket. Harga tiket mempunyai harga yang variatif tergantung jumlah pengunjung dalam 1 kelompok. Bertepatan dengan pengelolaan Hidden Canyon Beji Guwang oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMdes Garuda Wisnu Kencana), harga tiket per 01 April 2018 seperti berikut ini:

  • Individual Package (One person)              : Rp.200.000
  • Couple Package (Two Person)                  : Rp.300.000
  • Pity Package (3-4 Person)                           : Rp.400.000
  • Family Package (5-8 Person)                     : Rp.600.000
  • Small Group Package (9-12 Person)         : Rp.800.000
  • Middle Package (13-16 Person)                : Rp.1.200.000
  • Group Package (17 - 20 Person)               : Rp.1.500.000
Harga tanda masuk tersebut diatas sudah termasuk fasilitas:

Fresh face towel (handuk kecil untuk mengusap wajah), Welcome Drink (Mineral Water), Bath Towel for Shower (handuk untuk mandi), Changing Room (ruang ganti), Locker & Free Wifi, 1 Local Guide for every 1-4 Person, Public  Liability Insurance, dan 12% Government Tax.


Sangat dianjurkan untuk membawa pakaian ganti pada saat menyusuri ngarai Hidden Canyon Beji Guwang. Banyak tempat-tempat yang dilalui dengan masuk kedalam air sungai , dengan ketinggian air sungai setinggi dada pria dewasa.

Menuju ngarai Hidden Canyon Beji Guwang

Tidak jauh dari area parkir, terdapat jalan tangga menurun, jalan tangga menurun tersebut juga menjadi jalan ke Beji Guwang, Beji adalah bahasa Bali yang berarti sungai Suci. Dimana air sungai ini salah satunya digunakan untuk keperluan Upacara di Pura-pura sekitar. Jalan tersebut juga menjadi jalan pertama yang dilalui untuk menuju kearah Hidden Canyon.

Sesampainya disungai, para pengunjung diminta untuk melepaskan alas kaki, dikarenakan nantinya akan menapaki bebatuan yang licin dan menyusuri tebing sungai. Para Guide sudah menyiapkan kantong untuk menyimpan alas kaki, dan kantong lain kedap air untuk menyimpan handphone dan kamera.

awal perjalanan menyusuri Hidden Canyon Beji Guwang
Beji Guwang

Menyusuri sungai para pengunjung tetap diminta berhati-hati dan mengikuti arahan guide yang mendampingi. Beberapa spot di sungai ini memiliki aliran air dengan kedalaman hampir 3 meter diantara bebatuan yang besar, meskipun saat sungai ini ditelusuri pada bulan September 2019 sedang dalam debit air yang kecil.

Menyusuri tebing Hidden Canyon Beji Guwang
Menyusuri Beji Guwang

Beberapa kali dalam menyusuri sungai ini, berpindah dari sisi kanan menuju sisi kiri sungai dengan melalui bebatuan yang besar dan harus berpegangan pada tali yang terbentang. Cukup menantang bagi pengunjung yang menyukai tantangan adrenalin, namun kehati-hatian tetap yang utama dengan mengikuti arahan para guide. Merayapi tebing dengan berpegangan pada akar pohon besar yang menjuntai dan melekat pada tebing, menjadikan suatu pengalaman yang berbeda.

Dan terkadang harus masuk menyusuri air sungai dengan ketinggian air antara sepinggang hingga dada orang dewasa, dimana dasar sungai terdapat batu yang besar berujung tumpul namun cukup sakit kalau tidak berhati-hati sehingga kaki menginjaknya dan menyebabkan terluka.

Spot Jumping di Hidden Canyon Beji Guwang

Tak berapa lama dari menyusuri sungai, terdapat spot air sungai yang memiliki kedalaman 3 meter, yang dijuluki spot jumping, bagi yang memiliki keberanian dan kemampuan berenang dapat melakukan lompatan kedalam aliran sungai yang dalam tersebut. Namun jika yang tidak ingin melakukan tantangan lompatan, maka dapat menyusuri tebing melewati spot jumping tersebut dengan berpegangan pada tebing yang sedikit licin.

Hidden Canyon Beji Guwang berlekuk lekuk
Menuju Spot Jumping

Beberapa pengunjung mancanegara mencoba melakukan lompatan kedalam aliran sungai yang dalam, dan menyusurinya dengan berenang.

Hidden Canyon Beji Guwang mempunyai spot jumping - Backpacker Manyar
Spot Jumping

Melewati spot jumping, masih menyusuri sungai dengan bebatuan besar, yang terkadang harus masuk menyusuri aliran air sungai.

Menuju Hidden Canyon Beji Guwang - Backpacker Manyar
Menuju Hidden Canyon Beji Guwang

Ngarai Hidden Canyon Beji Guwang

Tidak berapa lama setelah menempuh waktu perjalanan sekitar 60 menit, terlihat ngarai yang dijuluki Hidden Canyon Beji Guwang. Disitulah terdapat Sebuah ngarai yang tersembunyi ditengah alur sungai. Terlihat lekukan tebing ngarai yang terbentuk oleh aliran air sungai dengan rentang waktu ratusan tahun (kurang lebih 30.00 tahun yang lalu). Tinggi tebing ini mencapai kurang lebih sekitar 15-20 meter dari permukaan air sungai saat itu. Bisa kita dibayangkan apabila debit air sungai sedang besar dan deras. Untuk itu pengelola Hidden Canyon selalu berkordinasi dengan penjaga pintu air di Ubud untuk mengatur derasnya air sungai. Aliran sungai yang mengaliri Hidden Canyon Beji Guwang ini bermata air didaerah Ubud dan bermuara di Pantai Ketewel.

Pesona ngarai Hidden Canyon Beji Guwang - Backpacker Manyar
Hidden Canyon Beji Guwang

Menikmati eksotisnya Hidden Canyon Beji Guwang - Backpacker Manyar
Hidden Canyon Beji Guwang

Lekukan-lekukan tebing ngarai yang terlihat eksotis dan indah, cukup untuk membayar kelelahan setelah menempuh perjalanan hampir 1,5 km. Penelusan keluar dari hidden canyon Beji Guwang masih diteruskan dengan sedikit memanjat batu besar hingga akhirnya bertemu dengan spot ayunan.

Spot Ayunan di Hidden Canyon Beji Guwang

Spot terakhir yang tidak kalah menyenangkan, adalah Spot Ayunan. Pada spot ini, kita yang memiliki keberanian dan tantangan, dapat berhenti sejenak untuk menikmati asyiknya bermain-main dengan tali diantara batu tebing. Dapat dinikmati secara bergantian dengan pengunjung yang lain dengan dipantau dan diawasi oleh guide. Tetapi tetap berhati-hati dan selalu mengikuti arahan dari Guide untuk menghindari adanya kecelakaan. 

Hidden Canyon Beji Guwang mempunyai spot ayunan
Spot Ayunan

Spot terakhir telah dilalui, hanya beberapa meter berjalan diatas tanah kering. Terlihat tangga naik yang terbuat dengan tanah menuju kembali ke titik awal. Akan ditemui juga sebuah warung kecil milik warga setempat yang menjual sekedar minuman ringan dan menyediakan bangku-bangku kecil untuk sekedar kita berisitirahat. Perjalanan selanjutnya sekitar 1 km perjalanan naik, melalui bendungan kecil dan jalan berpaving diantara ladang cabe dan sayuran warga setempat. Perjalanan kembali yang cukup melelahkan dangan cuaca panas masih dihibur dengan sajian hamparan ladang yang luas sebelum sampai ke area masuk tempat wisata Hidden Canyon Beji Guwang.

Sesampainya di area loker Hidden Canyon Beji Guwang, pengunjung dapat membersihkan diri dengan shower diluar atau mandi dikamar mandi. Setelah itu dapat beristirahat sejenak di area tunggu yang berdekatan dengan locker.

Sungguh pengalaman yang menakjubkan, sebuah ngarai sungai yang dikelola oleh desa setempat dengan sangat baik dan disertai fasilitas yang menunjang bagi para pengunjung. Dimana kearifan local tetap dijunjung tinggi dengan menjaga kebersihan dan kelestarian di area Hidden Canyon Beji Guwang desa Guwang kecamatan Sukawati kabupaten  Gianyar Bali ini.

Tag: Travelling

Tidak ada komentar:

Posting Komentar