Wednesday, January 22, 2020

Jatiluwih Rice Terrace Bali #Part 1, Ekowisata Warisan Budaya Dunia UNESCO

Jatiluwih Rice Terrace Bali berlatar gunung
Jatiluwih Rice Terrace Bali

Jatiluwih Rice Terrace merupakan salah satu Warisan Budaya Dunia UNESCO. Berada di lereng Gunung BatuKaru yang mempunyai kontur tanah dengan kemiringan lebih dari 10%. Menerapkan metode konservasi Terasering atau Sengkedan. Ekowisata yang menyajikan pembelajaran atas pengolahan manfaat alam serta perlunya tetap melestarikan. Ekowisata Warisan Budaya Dunia UNESCO ini terletak di desa Jatiluwih, Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Wilayah yang berada diketinggian 700 mdpl /masl sangat asri dan alami dan tidak diperkenankan dibangun hotel berbintang dan kota.

Jatiluwih dinobatkan sebagai salah satu World Heritage Cultural UNESCO

Desa Jatiluwih dinominasikan sebagai salah satu Subak Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 2008. Kemudian pada bulan Juni 2012 UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) mengeluarkan keputusan no 36COM8B.26 dengan title “Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy” untuk desa Jatiluwih Bali. Pada Tahun 2014, 2015, 2017 dan 2019 UNESCO melakukan review atas pengelolaan dan perlindungan Outstanding Universal Value (OUV). Pengakuan desa Jatiluwih sebagai salah satu Subak  Warisan Budaya Dunia Unesco hingga sekarang sampai dilakukan review ulang pada tahun 2021.

Dinobatkan sebagai “Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy” (Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi dari Filosofi Tri Hita Karana) merupakan pengakuan dunia atas nilai lebih penerapan kearifan lokal. Dimana sistem dan organisasi irigasi Subak sudah diterapkan sejak abad 11 hingga sekarang di seluruh persawahan Bali.

Penerapan sistem organisasi Subak di Jatiluwih sama halnya dengan yang diterapkan di persawahan di Bali pada umumnya.  Berdasar pada roh filosofi Tri Hita Karana (Tiga Penyebab Kesejahteraan / Kebahagian) Yang diterapkan dalam sistem organisasi subak yaitu:

  • Parahyangan yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan.
  • Pawongan yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan sesama manusia.
  • Palemahan yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam dan lingkunganya.

Kata Subak yang pertama kali ditemukan di Prasasti Pandak Bandung tahun 1072M berasal dari bahasa Bali asli. Subak yang merupakan salah satu manifestasi dari Tri Hita Karana tidak hanya sekedar sebuah organisasi irigasi tapi merupakan konsep kehidupan bagi masyarakat Bali.


Situs – situs yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia di Bali

Jatiluwih merupakan salah satu diantara 4 situs dan laskap yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia. Berikut 4 situs dan lanskap yang diakui UNESCO pada tahun 2012:

  1. Pura Ulun Danu Batur, berada di ujung danau Batur, merupakan pura air utama (water temple) sebagai sumber dari setiap mata air dan sungai.
  2. Lanskap Subak dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan, diketahui sebagai sistem irigasi yang tertua di Bali.
  3. Lanskap Subak dari Catur Angga Batukaru, objek wisata persawahan berundak-undak (terasering) Jatiluwih merupakan salah satu dari bagiannya.
  4. Pura Taman Ayun, pura air yang paling besar dengan arsitektur nya paling terkenal, mencontohkan ekspansi penuh dari sistem subak di bawah pemerintahan kerajaan Bali pada abad ke-19.


Tiket masuk Jatiluwih Rice Terrace, Penebel, Tabanan Bali

Perjalanan menuju Jatiluwih Rice Terrace yang berada di Desa jatiluwih, Penebel, Kabupaten Tabanan dimulai dari kota Denpasar. Menempuh jarak sekitar 54 km dengan perkiraan waktu tempuh 1 jam 45 menit. Kita dapat memilih 3 jalur alternatif menuju Jatiluwih yang waktu tempuhnya tidak terlalu banyak berbeda.

Dari kota Denpasar bisa menempuh jalur dari Abiansemal, Mengwi atau Tabanan. Apabila kita menempuh jalur Tabanan akan sampai dipersimpangan Jalan Jatiluwih Kawan dengan jalan Bikes Only. Belok ke kiri menyusuri jalan Jatiluwih Kawan hingga sampai di Pos Jatiluwih Tourist Information untuk pembelian tiket masuk.

Namun apabila kita menempuh jalur Mengwi atau Abiansemal akan bertemu disatu jalur jalan Marga Apuan, Marga, Tabanan. Lurus menuju kearah utara melewati Jalan Apuan hingga bertemu persimpangan kekiri melewati Jalan Jatiluwih Kawan. Sampai pertengahan jalan terdapat pos penjualan tiket masuk Jatiluwih Rice Terrace. Setelah itu melanjutkan perjalanan menyusuri jalan Jatiluwih Kawan hingga keteme pos Jatiluwih Tourist Information untuk pemeriksaan tiket masuk.

Sepanjang perjalanan menyusuri jalan Jatiluwih Kawan, kita akan disuguhi pemandangan lanskap persawahan jatiluwih.


Jalan menuju Jatiluwih Rice Terrace Bali
Pemandangan selama perjalanan


Harga tiket masuk sebesar Rp. 15.000 (domestik) dan karcis parkir roda 2 sebesar Rp.2.000 dan roda 4 Rp.5.000. Terdapat area parkir yang cukup luas disekitar Gong Restaurant, yang persis berhadapan dengan pos Jatiluwih Tourist Information. Jangan ketinggalan, sekarang Pembayaran QRIS ditempat wisata Bali membuat lebih aman berwisata


Tiket Masuk Jatiluwih Rice Terrace Bali
Tiket Masuk Jatiluwih Rice Terrace Bali


Area Parkir Jatiluwih Rice Terrace Bali
Area Parkir Jatiluwih Rice Terrace Bali


Kontur dan Topografi desa Jatiluwih

Ekowisata Jatiluwih Rice Terrace terletak pada ketinggian 700 mdpl / masl di Desa Jatiluwih, Tabanan Bali berada di lereng gunung Batukaru. Sebuah wilayah yang berada di daerah lereng gunung ini mempunyai kontur tanah yang bertingkat dengan area desa seluas 22,3 km². Wilayah ini mempunyai Topografi: 70% hilly, 20% rolling, 10% sloping, dengan tipe tanah latosol kuning. Sebagai bagian dari wilayah Indonesia yang beriklim tropis, Jatiluwih mempunyai kelembaban udara 70% - 85%. Suhu udara disini berkisar sekitar 20° C

Sebagai bagian komitmen atas pelestarian alam semenjak pengakuan dari UNESCO, 70% wilayah Jatiluwih dibiarkan secara alami sebagai sawah atau perkebunan. Di wilayah ini tidak diijinkan pengembangan hotel berbintang dan kota, hanya fasilitas pariwisata. Bagi wisatawan yang ingin bermalam menikmati suasana Jatiluwih terdapat beberapa homestay. Beberapa homestay dibangun menggunakan bambu agar terasa kedekatannya dengan alam.


Terrasering Jatiluwih Rice Terrace Bali
Terrasering Jatiluwih Rice Terrace Bali


Karena kontur tanah yang mempunyai kemiringan lebih dari 10%, wilayah ini menerapkan metode konservasi Terasering atau Sengkedan. Metode Terasering atau Sengkedan yang digunakan adalah teras tangga / bangku dengan tanah olahan datar. Metode ini digunakan untuk mencegah erosi pada tanah olahan di lereng gunung. Selanjutnya Jatiluwih Rice Terrace (Part 2), Ekowisata Warisan Budaya Dunia UNESCO.

No comments:

Post a Comment