Friday, January 17, 2020

Pantai Batu Belig, Badung - Bali, mengukir indahnya langit bagi penikmat Sunset

Pantai Batu Belig dengan hamparan pasir hitam yang bersih dan luas, tidak pernah berhenti mengukir indahnya matahari tenggelam.  Menawarkan suasana pantai yang nyaman bagi siapapun yang ingin menikmatinya.

Pesona senja di Pantai Batu Belig yang tenang - Backpacker Manyar
Pantai Batu Belig

Pantai yang terletak tidak terlalu jauh dari kota Denpasar ini, masih berada dalam kawasan kabupaten Badung. Menjadi sebuah tempat alternatif bagi pengunjung untuk melepas kejenuhan dari kesibukan sehari-hari.

Perjalanan menuju Pantai Batu Belig

Berjarak hanya sekitar 30 menit dari kota Denpasar, dengan berbagai rute alternatife. Seperti melalui jalan Sunset Road yang bisa berputar kekiri kearah jalan petitenget atau langsung belok kanan ke Jalan Kerobokan. Atau melalui jalan Teuku Umar Barat apabila kita dari Denpasar menuju jalan Tangkuban Prahu. Namun pada sore hari jalanan sangat padat menuju pantai Batu Belig, baik melalui Jalan Kerobokan, Jalan Peti Tenget atau jalan Tangkuban Prahu. Hal ini karena bertepatan dengan jam padat karyawan pulang kantor. Belum lagi ditambah dengan badan jalan yang tidak terlalu lebar dengan kendaraan roda 4 dari 2 arah dan kendaraan roda 2 di sepanjang pinggir jalan yang sempit.

Dengan jarak hanya 10 km dengan waktu tempuh seharusnya bisa 20 - 30 menit dari kota Denpasar, apabila jalanan sepi. Waktu tempuh akan menjadi 45 – 60 menit dengan kondisi jalan padat kendaraan, apalagi pada saat bulan - bulan high season. Pada saat itu, wisatawan domestik yang membawa kendaraan sendiri membuat jalanan semakin padat pada kawasan wiasata tertentu. Seperti halnya jalan yang akan kita lalui menuju pantai Batu Belig. Jadi kita harus sedikit bersabar kalau datang ke tempat wisata pada musim liburan atau High Season

Setelah perjalanan yang sedikit membosankan karena jalan macet, sampailah di jalan Batu Belig yang sedikit lengang. Di ujung jalan Batu Belig berbelok kekiri sudah terlihat pantai pasir hitam yang luas. Area parkir motor dan mobil yang cukup luas menampung kendaraan wisatawan terletak di deretan restauran dan cafe. Antara restaurant dan pantai dibatasi dengan jalan, namun ada juga beberapa café kecil yang persis berada di pinggir pantai.

Jalan di pinggir Pantai Batu Belig
Jalan pinggir Pantai

Pinggir Pantai Batu Belig yang ramai
Pinggir Pantai

Pantai Batu Belig yang bersih dan tenang

Pantai Batu Belig mempunyai hamparan pasir pantai yang cukup luas dan terjaga kebersihannya. Mempunyai pasir hitam pekat dan segaris pantai atau bersebelahan dengan Pantai Kayu Putih dan Pantai Petitenget. Namun suasananya sedikit berbeda dangan pantai Kayu Putih yang sunyi dan tenang. Pantai Batu Belig cukup ramai pengunjung baik wisatawan lokal maupung asing, namun tidak crowded. Banyak wisatawan berdatangan tapi tidak bising dan berisik. Kebanyakan yang datang ke pantai ini, melakukan aktifitasnya dengan mandi air laut, atau berjalan sepanjang pantai dan bahkan hanya duduk-duduk sambil membaca

Menikmati suasana Pantai Batu Belig yang tenang
Menikmati suasana Pantai

Langit di Pantai Batu Belig yang memerah - Backpacker Manyar
Langit senja

Sepanjang pantai tidak terlihat adanya sampah sama sekali, pantai ini sangat terjaga kebersihannya. Sehingga apabila kita jalan – jalan dipasir pantai, akan terasa nyaman dan aman.

Kala sore hari di Pantai Batu Belig - Backpacker Manyar
Langit Pantai Batu Belig

Pantai yang dibuka 24 jam bagi pengunjung ini, meskipun terdapat restauran dan café berjejer sepanjang jalan kecil dipinggir pantai, tidaklah bising dan berisik. Lagu-lagu yang diputar bagi pengunjung restauran dan café diputar dengan suara yang wajar dan pelan. Ditambah jarak yang tidak terlalu dekat antara restaurant dan pantai dengan gemuruh ombak yang besar. Sehingga siapapun yang datang masih merasakan suasana pantai yang tenang. Bagi penikmat pesona Sunset, di pantai barat dan pantai dekat dengan kota Denpasar Bali, kita bisa mengunjungi Pantai Munggu dan Pantai Kayu Putih.

Pesona senja dan Sunset di Pantai Batu Belig

Hari semakin sore, setelah kita cukup lelah berjalan menyusuri pantai di antara ombak laut, saatnya beristirahat. Dan waktu yang dinantikan banyak pengunjung pantai ini untuk menikmati pesona matahari tenggelam. Dengan posisi pantai yang persis menghadap kearah barat ini, sangat cocok untuk menimati sunset di sore hari.

Pada saat datang ke pantai Batu Belig, saya beruntung mendapatkan cuaca cerah dibulan Januari. Hanya ada awan putih tipis dan hanya sedikit awan mendung di ufuk barat. Bertepatan dengan 2 hari setelah bulan purnama, sehingga air laut sedang pasang pada titik tertinggi. Ditemani hempasan ombak yang menggulung cukup besar, terlihat matahari perlahan-lahan tenggelam di ufuk barat.

Keindahan sunset dan kesunyian Pantai Batu Belig - Backpacker Manyar
Pesona Sunset 

Pantai Batu Belig dibalik matahari tenggelam - Backpacker Manyar
Pesona Sunset di Pantai Batu Belig

Matahari sudah tidak nampak lagi di ufuk barat, hanya meninggalkan cahaya yang melatar belakangi langit. Namun pengunjung masih banyak yang belum beranjak pergi, masih menikmati keindahan langit. Sedikit bergeser kearah atas pantai karena air laut juga mulai beranjak naik diatas bibir pantai. Namun tidak sedikit yang masih berada di pinggir pantai untuk menikmati pesona alam ini.

Berjalan menyusuri senja di Pantai Batu Belig -  Backpacker Manyar
Pesona Senja di Pantai Batu Belig

Alam punya banyak cara untuk menunjukan keindahannya, seperti yang disuguhkan di Pantai Batu Belig. Dan pesona matahari tenggelam tidak akan pernah sama tiap harinya. Kita akan selalu bisa menikmatinya sambil tetap menjaganya.

No comments:

Post a Comment