Air Terjun Nungnung, Derasnya air di lembah yang masih asri dan lestari

Air Terjun Nungnung menumpahkan airnya dengan deras dari ketinggian +/- 40 meter. Menikmatinya dalam sebuah lembah yang begitu alami dan asri. Siapapun dapat merasakan keindahaan dan kesegarannya dengan tenang.

Alam yang asri di Air Terjun Nungnung - Backpacker Manyar
Air Terjun Nungnung

Sebuah air terjun yang terletak diBanjar Nungnung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, kabupaten Badung. Tersembunyi dalam sebuah lembah yang tenang diketinggian 1.100 mdpl/masl dengan udara yang masih sejuk.

Letak Air Terjun Nungnung - Bali

Beberapa teman menyarankan untuk datang dipagi hari, dimana tempat wisata air terjun ini dibuka pada pukul 08.00. Katanya apabila saya datang pagi hari saya dapat menikmati keindahaan air terjun dengan ditemani kabut tipis dipagi hari. Namun berhubung masih ada aktivitas lain di pagi hari dan jarak air terjun nungnung cukup jauh dari Denpasar, terpaksa saya berangkat kesiangan.

Saya harus menempuh jarak sekitar 54 km dengan waktu tempuh 1 jam 30 menit dari kota Denpasar menuju Tabanan. Dengan perkiraan kalau jalanan lancar dan tidak turun hujan. Karena sebelum saya berangkat dari kejauhan sisi utara Denpasar terlihat mendung tipis, dan hujan bisa saja turun kapanpun. Berangkat dari Denpasar melalui jalan Ahmad Yani Utara dengan berharap tidak turun hujan.

Melewati Jalan Sibang Gede, Abiansemal saya terus menuju ke jalan Raya Sangeh, melewati Monkey Forest Sangeh menuju ke Utara. Hingga bertemu dengan jalan I.GST. NGR Rai jalan masih lurus ke utara sampai ke jalan Raya Pura Pucak Manggu. Di jalan Raya Pura Pucak Manggu ini jalanan mulai berkelok kelok naik turun dengan sisi kiri kanan persawahan dan tebing. Tak terasa waktu tempuh yang lama karena pemandangan indah selama perjalanan. Dipertigaan sebelah Pura Pucak Gegelang, belok kiri melewati jalan Nungnung, hingga akhirnya sampai di loket tiket masuk Air Terjun Nungnung.

Harga Tiket masuk Air Terjun Nungnung - Bali

Terdapat 2 tempat area parkir, dimana parkir mobil bersebelahan dengan Loket masuk, sedangkan parkir motor berada sedikit dibawah, bersebelahan dengan gapura masuk menuju air terjun. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 10.000 (domestic) dan biaya parkir 2.000 / motor atau 4.000/mobil, kita sudah bisa memasuki area air terjun. Apabila kita lupa membawa bekal air minum, kita bisa membeli di resto area parkir mobil dan warung-warung disebelah area parkir motor.

Perkiraan waktu tempuh dari gerbang menuju ke air terjun kita hanya perlu waktu sekitar 10-15 menit. Namun kita harus melewati beberapa anak tangga curam yang menurun, sehingga pada saat kembali akan menempuh waktu yang lebih lama dan sedikit menguras tenaga. Sepanjang perjalanan saya dimanjakan dengan alam yang terjaga kelestariannya serta pemandangan lembah yang hijau.

Manuju Air Terjun Nungnung menyejukan
Menuju Air Terjun Nungnung

Saya harus menempuh beberapa anak tangga yang curam dan mampir di Gazebo untuk beristirahat sejenak sambil minikmati pemandangan sekitar.  Setelah itu saya meleawti anak sungai dengan jembatan yang dibangun permanen diatasnya. Hingga pada penghujung jalan setapak tanah terdapat tangga menurun lagi dan jembatan bambu menuju ke Air Terjun.

Jembatan bambu sebelum Air Terjun Nungnung - Backpacker Manyar
Menuju Air Terjun Nungnung

Kalau kita penikmat air terjun, tak ada salahnya mengunjung daerah Gianyar, Bali untuk menikmati Air Terjun Tegenungan, Air Terjun Kanto Lampo dan Air Terjun Goa Rangreng.

Menikmati keindahaan dan kesegaran Air Terjun Nungnung

Pada akhirnya saya sampai juga di Air Terjun Nungnung, setelah cukup lelah melewati banyak anak tangga. Namun semua itu terbayar dengan keasrian dan derasnya air terjun.

Air Terjun Nungnung terlihat sangat deras - Backpacker Manyar
Pesona Air Terjun Nungnung

Setiap dinding tebing sekitarnya masih lebat dengan vegetasi dan sangat terjaga kelestariannya. Tidak terdapat sampah dari sejak perjalanan hingga sampai di air terjun ini. Semua masih sangat terjaga kebersihan dan kelestariannya. Terlihat beberapa wisatawan mancanegara yang mencari tempat wisata yang tenang seperti air terjun Nungnung ini. Mereka bisa duduk berlama-lama sambil berjemur menikmati keindahan dan setelah mandi derasnya air terjun.

Menikmati kesejukan Air Terjun Nungnung
Menikmati derasnya air terjun

Air Terjun Nungnung yang digemari wisatawan - Backpacker Manyar
Menikmati Air Terjun Nungnung

Derasnya air yang jatuh dari tebing dengan ketinggian konon sekitar 40 meter mungkin lebih atau kurang. Air yang jatuh dengan debit air yang deras menyebabkan percikan air seperti kabut dan hujan kecil yang menyelimuti tebing. Mungkin itu salah satunya yang membuat vegetasi tanaman dan lumut sekitar air terjun tumbuh begitu lebat.

Derasnya Air Terjun Nungnung mengalir - Backpacker Manyar
Derasnya Air Terjun Nungnung

Tidak habisnya mata dan badan ini dimanjakan keindahan dan kesegaran air terjun. Dengan suasana yang tenang dan tidak terlalu banyak orang. Disekitar air terjun tidak disediakan toilet maupun ruang ganti, toilet terakhir berada didekat gerbang masuk. Fasilitas yang tidak terdapat disekitar air terjun ini setidaknya bisa menjaga keindahaan air terjun nungnung tanpa harus diganggu dengan bangunan modern disekitaranya. Secara pribadi saya yang sangat menyukai air terjun ini yang benar-benar alami dan tenang. Kebersihan dan kelestarian nya benar-benar terjaga, dan kita pun bisa turut menjaga kebersihan dan kelestariannya dengan mambawa kembali sampah sekecil apapun itu. Sehingga siapapun yang datang kesini tetap bisa menikmati dan menjaganya bersama.

Air Terjun Nungnung dari jauh - Backpacker Manyar
Tetap Lestari

Alam tidak pernah berhenti memberikan keindahannya, kita hanya perlu menjaga kelestarian dan kebersihannya. Karena sekali lagi apabila kita menjaga alam maka alam pun akan berbagi dan menjaga kita seperti Air Terjun Nungnung ini.

Tag: Travelling

Tidak ada komentar:

Posting Komentar