Etika batuk dan bersin, demi kesehatan orang yang kita cintai dan di sekitar kita

Etika batuk dan bersin merupakan salah satu cara bagi kita untuk mencegah penularan penyakit. Dari sejarahnya, batuk dan bersin sudah lama menjadi masalah kesehatan di antara kita. Dikarenakan batuk dan bersin yang dapat menularkan beberapa sumber penyakit dengan mudah.


Etika Batuk Bersin

Untuk itulah perlunya kita mengetahui bagaimana etika batuk dan bersin yang tepat. Agar kita bisa melindungi orang – orang yang kita cintai dan sesama kita, terutama yang berdekatan dengan kita pada saat kita sedang sakit atau mempunyai gejala sakit.


Apa itu Etika batuk dan bersin?

Etika batuk dan bersin merupakan bagian dari etika kebersihan yang dijalankan untuk mencegah penyebaran penyakit pada saat kita sakit. Terutama penyebaran penyakit infeksi menular yang menyebar melalui udara secara langsung (airborne) dan melalui percikan atau partikel tetesan (droplets). Etika batuk dan bersin merupakan kebiasaan batuk dan bersin yang benar pada saat kita sakit untuk kebaikan orang disekitar kita.

Seperti dilansir oleh laman Yankes.kemenkes.go.id tentang penyebab terjadinya batuk dan bersin. Dimana batuk dan bersin adalah bentuk pertahanan diri atas penyakit yang disebabkan oleh:
  • Infeksi, terutama infeksi saluran pernafasan karena virus penyakit.
  • Alergi, yang merupakan respon dari badan kita terhadap benda asing yang masuk ke tubuh melalui hidung atau saluran pernafasan.

Kapan kita harus membiasakan etika batuk dan bersin?

Penyebaran penyakit infeksi pernafasan bisa terjadi pada saat kita batuk dan bersin. Dikutip dari laman WHO.Int metode penyebaran ini dikenal dengan cara :
  • Transmisi penularan tetesan (Droplets) terjadi ketika seseorang berada dalam kontak dekat (dalam 1 m) dengan seseorang yang memiliki gejala pernapasan (misalnya, batuk atau bersin). Karena itu berisiko memiliki mukosa (mulut dan hidung) atau konjungtiva (mata) terkena tetesan pernapasan berpotensi menginfeksi. Droplets ini menempel pada benda – benda dan menularkan ke orang sehat apabila orang tersebut menyentuh benda dimana droplets menempel. Tangan yang menyentuh, secara tidak sengaja akan menyentuh mulut hidung atau mata yang sangat berpotensi menularkan penyakit. Dianggap sebagai droplets apabila  partikel tetesan lebih besar > 5μm (mikrometer).
  • Transmisi melalui udara langsung (Airborne) berbeda dari transmisi tetesan karena mengacu pada keberadaan mikroba dalam inti tetesan. Yang umumnya dianggap partikel dengan diameter <5μm (mikrometer), dapat tetap di udara untuk jangka waktu yang lama. Ditransmisikan ke orang lain pada jarak yang lebih besar daripada 1 m.

Pada saat kita sakit infeksi saluran pernafasan karena virus sebaiknya kita menjalankan etika batuk dan bersin. Hal ini kita lakukan agar pada saat kita sakit tidak menyebarkan penyakit ke orang – orang terdekat disekitar kita. Jadi pada saat kita merasakan gejala sakit hingga batuk dan bersin, saat itulah kita mulai menjalankan etika batuk dan bersin. Meskipun kita sakit dan hanya berada di dalam rumah saja, namun percikan atau droplets dapat menempel pada benda-benda di sekitar kita yang berpotensi menularkan.

Kenapa Kita harus membiasakan etika batuk dan bersin?

Selama ini banyak dari kita yang mempunyai kebiasaan yang salah pada saat batuk dan bersin. Kebiasaan yang salah inilah yang dapat menyebarkan penyakit pada orang-orang di sekitar kita, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut ini kebiasaan -  kebiasaan yang salah saat kita batuk dan bersin:
  • Pada saat kita batuk atau bersin tidak menutup mulut kita, terutama di tempat umum.
  • Pada saat kita menutup mulut dengan tangan saat batuk, setelahnya tangan tidak dicuci.
  • Pada saat kita batuk meludah dahak disembarang tempat.
  • Pada saat kita memakai tisu untuk menutup mulut saat batuk, dan meletakan sembarangan tisu bekas batuk.
  • Pada saat kita batuk kita tidak menggunakan masker.

Kebiasan yang salah ini dapat menyebarkan penyakit infeksi pernafasan yang kita derita ke orang di sekitar kita. Karena droplets yang keluar saat kita batuk atau bersin ke benda benda yang bisa tersentuh orang lain. Kebiasaan – kebiasaan yang salah ini bisa dirubah dengan kebiasaan etika batuk dan bersin yang benar.

Bagaimana Etika batuk dan bersin yang benar?

Kita dapat melindungi orang yang kita sayangi dengan menerapkan etika batuk dan bersin yang benar. Dilansir dari laman kemkes.go.idberikut ini etika batuk dan bersin yang benar:
  • Tutuplah hidung dan mulut anda dengan menggunakan tisu.
  • Tutuplah hidung dan mulut anda dengan menggunakan lengan atas bagian dalam dalam.
  • Jangan lupa membuang tisu yang sudah dipakai ke tempat sampah.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  • Menggunakan masker.


Poster Etika Batuk dan bersin oleh kemenkes
Sumber: Kemenkes.go.id

Penggunaan masker akan lebih baik pada saat kita batuk dan bersin. Itulah kenapa masker lebih berguna bagi kita yang sedang sakit dengan tujuan untuk tidak menularkan ke orang lain. Selain hal tersebut diatas,  tetap jaga kesehatan dengan berolah raga dan makan makanan bergizi. Jangan lupa untuk konsultasi ke dokter apabila kita sakit. Mari kita menjaga orang yang kita sayangi dan orang disekitar kita dengan etika batuk dan bersin yang benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar