Thursday, September 17, 2020

Manfaat hutan bakau bagi lingkungan hidup dan kehidupan kita

Manfaat hutan bakau bagi lingkungan hidup dan kehidupan kita tidak banyak kita ketahui. Bagaimana hutan bakau mempunyai karakteristik yang dapat menyeimbangkan ekosistem. Serta bagaimana perubahan iklim juga disebabkan berkurangnya hutan bakau, justru juga menjadi ancaman bagi hutan bakau itu sendiri. Dengan tetap melestarikan hutan bakau, akan memberikan manfaat yang besar tidak hanya untuk iklim dan ekosistem, namun juga bermanfaat secara ekonomis bagi kehidupan kita semua.

manfaat hutan bakau bagi lingkungan hidup


Kondisi Hutan Bakau di Indonesia

Berdasarkan dari data KKP Direktorat Konservasi Tanah dan Air pada tahun 2019 disebutkan dalam Peta Mangrove Nasional bahwa Total luas hutan bakau di Indonesia seluas 3.311.207,45 Ha. Luas ini merupakan 22,3% dari luas hutan bakau di dunia. Dimana luas hutan bakau di Indonesia mempunyai sebaran sebagai berikut:

  • Papua seluas  1.497.724 ha
  • Sumatera seluas 666.439 ha
  • Kalimantan seluas 735.887 ha
  • Maluku seluas 221.560 ha
  • Sulawesi seluas 118.891 ha
  • Jawa selua 35.911 ha
  • Bali Nusa Tenggara seluas 34.835 ha

Namun dari total luas hutan bakau secara nasional tersebut terdapat 19,26% atau seluas 637.624,31 Ha dikategorikan dalam kondisi kritis. Sedangkan 80,74% nya atau seluas 2.673.583,14 Ha dikategorikan dalam kondisi tidak kritis. Penentuan dari kondisi kritis tersebut didasarkan pada klasifikasi kerapatan tajuk yaitu:

  • Kerapatan tajuk lebat dan sangat lebat (70% - 100%) diklasifikasikan sebagai tidak kritis.
  • Kerapatan tajuk sedang (50% - 69%) diklasifikasikan sebagai tidak kritis.
  • Kerapatan tajuk jarang dan sangat jarang (>50%) diklasifikasikan sebagai ktitis.
Dalam Istilah botani, tajuk dipakai untuk menggambarkan morfologi atau ekologi suatu komunitas pepohonan. Bentuk tajuk bermacam-macam dan sering kali khas untuk kelompok tumbuhan tertentu. Bentuk itu ditentukan oleh proses adaptasi dan bagaimana suatu individu bertahan hidup di tempatnya tumbuh. Pengukuran terhadap tajuk dipakai untuk mendekati kesehatan suatu tumbuhan dan efisiensi fotosintesis yang dilakukannya.


Ancaman terhadap Hutan Bakau

Berdasarkan penelitian Center for International Forestry Research (CIFOR), pada saat ini ekosistem hutan bakau di Indonesia mengalami degradasi yang tinggi melebihi dari rehabilitasi tiap tahunnya.  Laju degradasi yang terjadi mencapai hingga 52.000 ha/tahun lebih tinggi daripada Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2019 sebesar 1.000 ha/ tahun. Kondisi tersebut cukup memprihatinkan mengingat Indonesia mempunyai garis pantai sepanjang 99.093 berdasarkan data Badan Informasi Geospasial (BIG). Dan garis pantai ini terdapat ekosistem hutan bakau, apabila dilestarikan akan memberikan manfaat yang lebih besar daripada berganti lahan dan fungsi.

Ancaman terhadap hutan bakau di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh:

  • Alih fungsi lahan. Kawasan hutan bakau dialihfungsikan menjadi kawasan industri atau dijadikan kawasan pemukiman, atau dijadikan untuk pertambakan.
  • Pencemaran limbah domestik dan limbah berbahaya. Pencemaran ini bisa bermula dari hulu mulai dari limbah industri, limbah rumah tangga hingga tumpahan minyak di laut. Dan juga limbah plastik yang tiap tahun meningkat signifikan.
  • Meningkatnya illegal logging dan eksploitasi berlebihan. Tanaman bakau yang mempunyai nilai ekonomis dilakukan eksploitasi yang berlebihan tanpa tanggung jawab terhadap kelestarian, termasuk penebangan liar.


Karakteristik dan ekosistem  hutan bakau

Dari karakteristik dan ekosistem hutan bakau akan kita ketahui bagaimana manfaat hutan bakau bagi lingkungan hidup dan manusia. Dimana hutan bakau bisa bermula dari buah bakau yang jatuh dari pohonnya hingga sekarang ini disemaikan sebagai bibit hutan bakau. Persemaian bibit bakau dilakukan untuk konservasi atas hutan bakau yang sudah rusak karena alam atau ulah manusia. Dan konservasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bukan hanya bagi lingkungan sekitar tapi juga secara global.

Menyerupai ekosistem padang lamun, dimana hutan bakau diketahui dapat membuat sendiri habitatnya. Ekosistem padang lamun merupakan sebuah ekosistem yang terdapat pada laut dangkal ( >3 meter). Sebuah ekosistem diantara ekosistem hutan bakau dan ekosistem terumbu karang.

Bermula dari propagul yang berbentuk batang (buah vivipari yang berkecambah) dapat tumbuh secara alami. Terlepas dari pohon induknya mengapung di perairan hingga tersangkut di tepian pantai yang tenang. Dengan kondisi yang berpasir, berlumpur atau pun pecahan karang kecil, propagul dapat tumbuh.


Buah berkecembah dalam manfaat hutan bakau
Buah vivipar berkecambah

Bertumbuh kembang batangnya menjulur dan membesar mengeluarkan akar yang mencekeram permukaan tempat hidupnya nanti. Semakin tenang kondisi perairan pantai, maka akan semakin tumbuh menjadi besar dan lebat. Dengan karakter akarnya sebagai akar tunjang dan akar pena mempunyai kegunaan seperti kaki – kaki penopang pohon juga untuk menghisap oksigen lebih banyak.

Akar – akarnya inilah yang menjadi benteng untuk memecah ombak dan menangkap sedimen yang akan menjadi kelangsungan hidupnya. Sedimen berupa lumpur ini menjadikan tempat berkembang biak tanaman bakau hingga membesar dan meluas. Sehingga semakin besar dan luas tanaman bakau, tanahnya akan semakin meninggi dan kering. Karena ombak laut sudah tidak dapat menjangkau lagi.


Manfaat hutan bakau bagi lingkungan hidup dan kehidupan kita

Banyak ragam manfaat hutan bakau bagi lingkungan hidup yang sudah terbentuk ekosistemnya, Maupun juga nilai ekonomis bagi kehidupan kita. Tentunya nilai ekonomis ini tetap memperhatikan kelestarian dan kelangsungan hidup ekosistem hutan bakau. Beberapa manfaat hutan bakau dalam menjaga ekosistem lainnya, bagi kelestarian lingkungan hidup dan memberikan beragam nilai ekonomis bagi manusia seperti berikut ini:

1. Manfaat hutan bakau bagi lingkungan hidup sebagai penahan abrasi dan perlindungan pantai

Seperti yang terlihat dari karakteristik tanaman bakau yang mempunyai akar yang lebat kuat, sistem akar ini yang akan memerangkap sedimen yang lepas dari daratan. Hal ini justru membantu menstabilkan garis pantai dan menahan erosi akibat aliran air dari darat. Sedangkan dari arah laut, dengan kekuatan akarnya hutan bakau mampu menahan abrasi gelombang laut.

Sebuah penelitian dari The Nature Conservacy (TNC) dan Wetlands International (WI) pada tahun 2012 mengungkapkan bahwa hutan bakau yang mempunyai area 100 meter kearah darat mampu mengurangi gelombang laut antara 13% - hingga 60%. Sehingga Hutan bakau mampu menahan naiknya air laut dan meminimalkan banjir rob (air pasang) seperti yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia.

Karena kemampuan akarnya yang dapat menahan sedimen atau endapan tanah, hutan bakau dapat memperluas batas pantai. Bahkan dengan rentang waktu yang lama sebuah vivipar yang terbawa air laut dan tumbuh di dasar dangkal dapat berkembang menjadi habitat baru meluas menjadi sebuah pulau.

2. Manfaat hutan bakau bagi lingkungan hidup yang dapat mengurangi perubahan iklim

Hutan bakau mempunyai kemampuan menyerap karbon yang melebihi hutan darat, dapat menyimpan 800 – 1.200 ton CO2 / Ha. Kemampuan ini 4 kali lipat lebih besar daripada hutan darat. Dengan luas hutan bakau di Indonesia yang mencapai 3,3 juta hektar, maka karbon yang dinetralisir tersimpan dalam tanah bisa mencapai 3,2 miliar ton. Besar manfaat hutan bakau dalam menetralisir karbon / CO2 yang sebagian besar adalah hasil emisi kendaraan bermotor dan gas buang industri. Kemampuan ini diandalkan dalam mengurangi perubahan iklim karena emisi gas buang. Menekan dan menetralisir emisi gas buang yang berdampak mengurangi efek rumah kaca yang menjadi salah satu penyebab perubahan iklim.

Sekitar 80% karbon tersimpan di dalam tanah, sisanya tersimpan dalam pohon bakau. Pelepasan emisi karbon ke udara oleh hutan bakau lebih kecil daripada hutan di darat. Hal ini disebabkan karena pembusukan serasah tanaman aquatic seperti hutan bakau tidak melepaskan karbon di udara. Tetapi apabila ada konversi atau perubahan lahan hutan bakau menjadi lahan lain atau penebangan liar, maka akan melepaskan karbon yang tersimpan di tanah terekspos ke udara. Perubahan atau penebangan hutan bakau justru akan menambah tinggi emisi karbon di udara.

3. Manfaat hutan bakau bagi lingkungan hidup dalam melestarikan ekosistem dan habitat lainnya

Hutan bakau menahan laju sedimen dari darat menuju ke laut. Sedimen yang tersaring di akar hutan bakau akan melindungi ekosistem terumbu karang dan padang lamun tidak terperangkap dalam sedimen. Dan juga hutan bakau memberikan supply makanan dari dedaunan yang terurai dibawa ke laut, dan akarnya menjadi naungan bertumbuhnya telur dari biota laut. Air laut yang terbendung menjadi kehidupan telur, larva dan pembiakan ikan kecil di hutan bakau. Seperti sebuah perputaran rantai makanan, berkembang biaknya biota laut di hutan bakau mengundang habitat lainnya berdatangan seperti burung, biawak dan beberapa hewan darat lainnya. Sehingga berkembangnya hutan bakau akan membuat ekosistem dan habitat lain juga ikut bertumbuh kembang.


manfaat hutan bakau bagi habitat burung
Manfaat hutan bakau bagi habitat burung

4. Manfaat hutan bakau bagi kehidupan kita

Kemampuan hutan bakau dalam mengendapkan lumpur di akar – akarnya dapat mencegah perembesan air laut  ke daratan. Perembesan air laut ke daratan dapat menyebabkan tercampurnya air tanah yang tawar dengan air laut  menjadi payau hingga tidak layak untuk dikonsumsi. Kemampuan mencegah perembesan air laut ini menjaga air tanah tetap layak untuk dikonsumsi oleh manusia.

Selain itu hutan bakau mempunyai akar yang dapat mempercepat penguraian sampah organic. Juga dapat mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut seperti minyak dan detergen. Namun itu bukan berarti kita bisa membuang sampah atau limbah secara sembarangan ke sungai dan laut.

Selain kemampuan hutan bakau dalam menjaga kualitas hidup manusia seperti di atas, hutan bakau juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kehidupan manusia. Manfaat ekonomi dari hutan bakau bagi manusia seperti contohnya:

  • Hutan bakau sebagai tempat wisata. Banyak hutan bakau di Indonesia setelah berkembang besar dijadikan tempat wisata. Selain memberikan tujuan wisata juga memberikan edukasi bagaimana pentingnya peranan hutan bakau. Seperti salah satunya tempat wisata Hutan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali.
  • Hutan bakau sebagai obat herbal. Beberapa bagian dari tanaman bakau seperti buah, daun dan kulit batang mempunyai manfaat masing – masing sebagai obat obatan herbal tradisional.


Mari melestarikan hutan bakau

Beragam manfaatnya bagi lingkungan hidup dan kehidupan manusia. Kita bisa mengambil manfaatnya secara ekonomis namun juga wajib menjaga kelestariannya. Karena yang membutuhkan hutan bakau tidak hanya kita yang ada di darat, namun juga mereka yang hidup di laut dan di udara. Kalau kita bisa melestarikan hutan bakau maka kita juga ikut melestarikan mereka yang habitatnya bergantung pada hutan bakau.

No comments:

Post a Comment