Thursday, March 4, 2021

Efek rumah kaca, kalau terus meningkat kelak kita hidup dalam planet kaca yang rapuh

efek rumah kaca
 

Efek rumah kaca yang terjadi di planet ini, percaya atau tidak percaya, alasan untuk efeknya tidak sama dengan alasan utama atas kondisi yang terjadi dalam rumah kaca. Green house yang sering disebut rumah kaca merupakan sebuah tempat persemaian tumbuhan, suhu didalamnya selalu lebih hangat daripada suhu di luar rumah kaca.

Bagaimana efek rumah kaca dalam rumah kaca hingga menjadi lebih hangat daripada di luar?

Saat ini yang kita bahas adalah efek rumah kaca yang sebenarnya yang mempengaruhi kondisi didalam rumah kaca. Ketika memasuki rumah kaca di sebuah persemaian tumbuhan, kita akan merasakan suhunya yang jauh lebih hangat daripada di luar. Apakah sebuah rumah kaca selalu lebih hangat? Jika demikian bagaimana efek rumah kaca menimbulkan suhu yang lebih hangat didalamnya?.

Rumah kaca memang menimbulkan efek berupa suhu yang selalu lebih hangat daripada di luar, meskipun tanpa alat pemanas sekalipun. Rumah kaca hanyalah sebuah ruang tertutup beratap dan berdinding kaca atau bahan transparan lain untuk menyemaikan tumbuhan. Kaca pada rumah kaca membiarkan cahaya matahari masuk kedalam, yang diperlukan oleh tumbuhan untuk tumbuh. Namun kaca tersebut juga menjaga tumbuhan dari kerusakan oleh angin kencang, hujan, dan hewan atau serangga pengganggu.

Salah satu efek rumah kaca juga mempertahankan kandungan air sehingga kelembaban tetap tinggi dan juga antara lain yang membuat kita merasa hangat ketika memasukinya. Bagaimanapun rumah kaca bertindak membatasi hilangnya panas dari tumbuhan ke udara luar yang lebih dingin.


Bagaimana tanaman mendapatkan efek rumah kaca dalam rumah kaca?

Tumbuhan seperti halnya mahluk hidup lainnya, bisa juga menjadi kedinginan, dengan artian dapat kehilangan panas. Kehilangan panas pada tumbuhan dengan 3 cara yaitu: melalui konduksi, melalui konveksi, dan melalui radiasi.

Konduksi bukan suatu masalah bagi tumbuhan karena daun – daun tidak bersentuhan langsung dengan benda lain seperti sebuah logam misalnya, yang dapat menghantarkan panas dengan cepat ke udara sekitar. Maka yang tersisa tinggal konveksi dan radiasi. Rumah kaca mempunyai efek yang menghambat keduanya.

Konveksi adalah sirkulasi udara atau air hangat. Karena udara hangat cenderung naik, udara itu dapat mengangkut panas meninggalkan daun. Jadi apapun yang dapat menghalangi udara hangat itu pergi pasti akan mencegah hilangnya panas dari tumbuhan. Dan bangunan tertutup seperti rumah kaca akan memberikan efek rumah kaca yang menjalankan fungsi tersebut. Itulah efek rumah kaca yaitu: mencegah hilangnya panas melalui pergerakan udara. Tentu saja, tidak ada satupun petani yang bertanam dalam bangunan rapat tanpa cahaya matahari, maka terpikirlah oleh mereka untuk membuat bangunan yang berdinding dan beratap dengan bahan transparan.

Efek rumah kaca selanjutnya yang belum terpikirkan ketika orang pertama kali menemukan rumah kaca adalah mengurangi hilangnya panas melalui radiasi. Ini sekaligus awal gejala yang disebut efek rumah kaca  dan cara kerjanya seperti ini:

Reaksi fotosintesis yang membuat tanaman tetap hidup dan tumbuh berlangsung dengan memanfaatkan radiasi ultraviolet dari cahaya matahari. Setelah menggunakan sebagian energi dari radiasi ini, tumbuhan memancarkan radiasi limbah berenergi lebih rendah yakni radiasi inframerah. Radiasi inframerah ini dapat diserap oleh benda – benda lain. Akan tetapi ketika sebuah benda menyerap radiasi inframerah molekul – molekulnya menjadi lebih beringas dan benda itu menjadi lebih hangat. Oleh sebab itu kita dapat beranggapan bahwa radiasi inframerah sama dengan panas yang memancar melalui udara, mencari sesuatu untuk dihangatkan.


Apa efek rumah kaca yang terjadi ketika radiasi inframerah menyentuh dinding atau atap kaca?

Walaupun kaca dapat meloloskan cahaya ultraviolet dengan baik, namun bahan kaca ini tidak cukup transparan untuk cahaya inframerah. Maka kaca menahan sebagian radiasi inframerah yang ingin keluar rumah kaca, dan radiasi yang terperangkap ini, pelan – pelan menghangatkan segala sesuatu yang ada di dalam.

Jelas bahwa pemanasan ini tidak akan berlangsung selamanya, rasanya belum ada laporan tentang rumah kaca yang meleleh akibat akumulasi panasnya. Pada titik tertentu, panas yang bocor ke luar rumah kaca mencapai keseimbangan dengan inframerah yang terkumpul di dalam. Maka temperatur tetap pada tingkat hangat yang sedang, lebih hangat dari dinding dan atap kaca jika sepenuhnya terkena radiasi rumah inframerah.


Bagaimana pentingnya efek rumah kaca bagi bumi?

efek rumah kaca


Yang dimaksudkan efek rumah kaca disini adalah terperangkapnya radiasi inframerah oleh atmosfer bumi yang dapat meningkatkan temperatur rata – rata di permukaan bumi. Sama halnya seperti terperangkapnya radiasi inframerah dalam sebuah rumah kaca yang menyebabkan temperatur didalamnya meningkat.

Temperatur keseluruhan permukaan bumi yang di rata – ratakan untuk semua musim dan cuaca bergantung pada keseimbangan yang tepat antara banyak radiasi matahari yang tiba kepada kita dan banyak radiasi yang dipantulkan kembali ke angkasa. Sekitar sepertiga energi matahari dipantulkan kembali, sisanya diserap oleh awan, daratan, dan laut. Kebanyakan energi yang diserap menjadi panas atau radiasi inframerah sama seperti yang terjadi dalam efek rumah kaca pada sebuah rumah kaca.

Gambaran atas efek rumah kaca pada planet bumi kita seperti berikut ini:

Pada rumah kaca, matahari yang meradiasikan panas pada sebuah atap atau tenda yang transparan sama seperti kaca. Tetapi pada bumi, atap itu bukan terbuat dari kaca melainkan berwujud sebuah lapisan udara yakni atmosfer. Seperti halnya kaca, atmosfer bumi sangat transparan bagi hampir semua radiasi yang datang dari matahari. Akan tetapi gas – gas tertentu di atmosfer terutama karbon dioksida dan uap air adalah pengikat radiasi inframerah yang sangat efisien. Sama seperti kaca di rumah kaca, gas – gas ini menahan lolosnya sebagian radiasi inframerah ke ruang angkasa dan membuatnya terperangkap dekat permukaan bumi. Akibat efek rumah kaca tersebut bumi menjadi agak hangat dibanding seharusnya andaikata atmosfer tidak mengandung karbon dioksida dan uap air.

Proses radiasi yang datang ke bumi dan yang keluar dari bumi senantiasa menyeimbangkan diri, alhasil bumi kita memiliki temperatur rata – rata yang kurang lebih sama selama lebih dari ribuan tahun. Akan tetapi aktivitas manusia yang telah merubah keadaan itu.

Jadi efek rumah kaca memang diperlukan agar bumi tidak menjadi dingin, tentunya dengan keseimbangan yang seharusnya.


Bagaimana efek rumah kaca menjadi meningkat dan bumi menjadi lebih hangat dari seharusnya?

Sejak revolusi industri dimulai sekitar seratus tahun silam, kita telah membakar batu bara, gas alam dan produk – produk minyak bumi dengan laju yang terus meningkat. Ketika semua bahan bakar ini dibakar, proses tersebut menghasilkan karbon dioksida yang selanjutnya melayang ke udara. Akibatnya jumlah karbon dioksida di atmosfer meningkat sekitar 30% dibanding ratusan tahun silam. Makin banyak karbon dioksida berarti makin banyak radiasi inframerah yang terperangkap dan makin tinggi temperatur bumi. Meningkatnya efek rumah kaca karena karbon dioksida yang terlalu tinggi menimbulkan pemanasan bumi lebih dari seharusnya.

Besar pemanasan bumi yang disebabkan oleh tambahan karbon dioksida sebanyak itu, sulit untuk diperkirakan. Di satu pihak, lautan dan hutan mengurangi efek tersebut dengan menyerap karbon dioksida dari udara. Di pihak lain, hutan hujan dunia yang tersisa, dengan cepat semakin berkurang akibat penebangan dan pembakaran yang tak terkendali. Yang pada gilirannya memperumit masalah efek rumah kaca dengan menyumbangkan karbon dioksida lebih banyak lagi ke udara.

Kenyataan telah membuktikan bahwa temperatur rata – rata bumi telah naik secara tidak wajar selama ratusan tahun terakhir. Dan mungkin masih naik lagi antara 0,8 hingga 2,5 derajat celcius selama beberapa tahun mendatang karena jumlah karbon dioksida di udara menjadi dua kali lipat.

Kenaikan temperatur beberapa derajat saja mampu berakibat sebuah bencana. Jika suhu di kutub utara dan kutub selatan menjadi lebih hangat, maka sejumlah es yang mencair akan menaikkan permukaan air laut.

Dampak yang paling ringan adalah perubahan pola cuaca bumi dengan konsekuensi yang harus ditanggung dalam sistem produksi pangan dan pasokan air. Sebuah konsekuensi yang cukup berat.

Untuk itu perlunya bumi dibantu dengan mengembalikan fungsi hutan sebagai penyerap karbon dioksida. Seperti hutan bambu dan hutan bakau yang mampu menyerap karbon dioksida dengan kapasitas lebih besar dari tanaman lain. Hal ini bisa dilihat pada ulasan tentang manfaat hutan bakau bagi lingkungan dan manfaat bambu bagi lingkungan hidup.

No comments:

Post a Comment